Home > Berita Pilihan > Sungai Tapak Tercemar Limbah Pabrik Piring, Hasil Tangkapan Udang Merosot

Sungai Tapak Tercemar Limbah Pabrik Piring, Hasil Tangkapan Udang Merosot

METROSEMARANG.COM – Misteri air keruh berwarna kehitaman di Sungai Tapak Mangunharjo, Mangkang, akhirnya terkuak. Sejumlah nelayan setempat menyatakan pencemaran itu disebabkan limbah milik pabrik piring yang beroperasi tak jauh dari kampung tersebut. Akibatnya, kini hasil tangkapan udang merosot drastis.

Petani udang galah mengaluhkan pencemaran Sungai Tapak. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Petani udang galah mengaluhkan pencemaran Sungai Tapak. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Muhajir, petambak udang di Sungai Tapak, Mangunharjo menyesalkan ulah pemilik pabrik yang seenaknya membuang limbahnya di muara sungai yang langsung menghubungkan dengan Laut Jawa tersebut.

“Saat ini, kami dapat dua kilo udang segar sehari. Tentunya jumlahnya sangat berpengaruh setelah banyak limbah pabrik piring mengotori Sungai Tapak,” kata pria bertubuh kurus ini kepada¬†metrosemarang.com, Senin (25/7).

Ia mengaku saban hari menggantungkan hidup pada hasil tangkapan udang. Ia bilang, seekor udang galah dijual seharga Rp 40 ribu. Jika sekilo, ia mampu meraup untung hingga Rp 200 ribu.

“Ini komoditas ekspor bernilai ekonomis tinggi. Jadi sangat disayangkan kalau jumlahnya berkurang gara-gara banyak limbah pabrik di sini,” ujar Muhajir.

Limbah pabrik piring, lanjutnya sejak sebulan terakhir telah mencemari muka air Sungai Tapak. Ia bahkan pernah melihat buih-buih limbah berwarna putih mirip busa sabun yang menggumpal tepat di bawah perahunya.

“Warnanya kayak busa sabun. Kalau saat sungainya banjir muka air langsung keruh. Sehingga, kondisi ini sangat mempengaruhi kelangsungan ekosistem ikan di rawa-rawa,” terangnya.

Ia pun meminta kepada pemilik pabrik agar menghentikan aktivitas buang limbah di Sungai Tapak. Pasalnya, jika dilakukan terus-menerus akan merusak ekosistem sungai.

“Kalau seharian dibuang di sini ya pengaruh. Makanya, disetop ajalah biar sungainya tidak kotor,” katanya. (far)