Home > Arsip Kata Kunci: disabilitas

Arsip Kata Kunci: disabilitas

Hendi Larang Sekolah Tolak Siswa Penyandang Disabilitas

METROSEMARANG.COM – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan tidak boleh ada sekolah yang menolak siswa penyandang disabilitas. Semua warga mempunyai hak yang sama terutama terhadap masalah dasar pendidikan dan kesehatan. ‘’Tidak boleh ada sekolah yang tidak mau menerima penderita disabilitas. Di Semarang sudah kami sampaikan kepada seluruh kepala sekolah agar tidak membeda-bedakan persoalan disabilitas,’’ kata Walikota pada penyerahan bantuan kaki dan tangan palsu untuk penderita disabilitas di Karangayu, Senin (13/11) Hendi, sapaan walikota, menyatakan sekolah justeru harus ikut memacu agar intelektualitas para penyandang disabilitas keluar. Tidak kalah penting juga, katanya, mulai sekarang tidak boleh ada gap antara penyandang disabilitas dan warga …

Baca Selengkapnya »

31 Penyandang Disabilitas Terima Bantuan Tangan dan Kaki Palsu

METROSEMARANG.COM – Sebanyak 31 orang penyandang disabilitas di Kota Semarang mendapatkan bantuan kaki dan tangan palsu dari Paguyuban Peduli Penyandang Disabilitas (P3D). Bantuan diserahkan oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Kelurahan Karangayu, Semarang Barat, Senin (13/11). Ketua Umum P3D Vita Maryunani mengatakan, bantuan kerjasama dengan Yayasan Tuna Dhaksa Jakarta ini khusus untuk warga Kota Semarang. Ia merasa tersanjung dengan kehadiran wali kota yang ikut menyerahkan bantuan karena menunjukkan kepedulian pemkot terhadap penyandang disabilitas. ‘’Bantuan ini terdiri dari kaki palsu di atas lutut sejumlah 12, kaki di bawah lutut 15, bris (untuk penyangdang polio) dua, dan alfo satu dan pergelangan …

Baca Selengkapnya »

Mobil Penjemput Turis di Tanjung Emas Tak Ramah Disabilitas

METROSEMARANG.COM – Sejumlah turis asing mengeluhkan mobil penjemput yang disediakan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, yang tidak ramah terhadap kaum penyandang disabilitas. Keluhan itu muncul tatkala ratusan turis asing dari Amerika Serikat tiba di dermaga penumpang Tanjung Emas, pada Jumat pagi (10/11). “Ini saya membawa dua turis yang memakai kursi roda untuk mengikuti city tour keliling Semarang, tetapi mereka mengeluh kalau tangga akses disabilitas yang disediakan di mobil penjemputnya terlalu tinggi. Mereka kerepotan kalau mau masuk mobil,” ungkap Suharno, seorang pemandu wisata yang kerap mangkal di Pelabuhan Tanjung Emas kepada metrosemarang.com. Ia mengaku sudah melayangkan protes kepada pihak pelabuhan untuk …

Baca Selengkapnya »

Dua Siswa SMA Kolese Loyola Ciptakan Lengan Robot untuk Penyandang Disabilitas

METROSEMARANG.COM – Berawal dari keinginan membantu penyandang disabilitas, dua siswa SMA Kolese Loyola Semarang berhasil menciptakan lengan robot. Dua siswa tersebut adalah Eduardus Ariasena dan Andreas Khrisnanto Pramudyo. Lengan robot ciptaan mereka diberi nama Lentera atau lengan protese berbasis rem, spuit, dan arduino. Meski terlihat sederhana namun lengan robot dapat difungsikan untuk penyandang tunadaksa yang kehilangan sebagian atau seluruh lengannya. Lengan robot ini bisa berfungsi layaknya fungsi dasar lengan dan tangan yakni menggenggam, menekuk, dan memutar. Padahal lengan robot ini dibuat dari bahan-bahan sederhana. ”Kerangkanya terbuat dari pipa paralon, telapak tangan atau pencapitnya dari perpaduan alumunium dan karet, serta pengontrolnya diletakan …

Baca Selengkapnya »

Penyandang Disabilitas di Semarang Masih Diperlakukan Diskriminatif

METROSEMARANG.COM – Para penyandang disabilitas atau difabel di Kota Semarang masih merasakan mendapat perlakuan yang diskriminatif dan penolakan dari lingkungan sekitarnya. Sehingga Pemerintah Kota Semarang dalam mengeluarkan kebijakan diharapkan lebih memperhatikan dan menjamin hak para difabel. ‘’Perlakuan diskriminatif yang diterima oleh para difabel misalnya di lingkungan sekolah, ada sekolah yang menolak penyandang disabilitas. Alasannya anak yang berkebutuhan khusus harus masuk ke SLB (Sekolah Luar Biasa),’’ kata Edi Supriyanto salah satu narasumber dalam Diskusi Disabilitas, Rabu (20/9). Diskusi dengan tema Kebijakan yang Responsif terhadap Penyandang Disabilitas di Kota Semarang ini, digelar oleh Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) DPC Kota Semarang dan Dinas Sosial di Balai Kota Semarang. Menurut Edi …

Baca Selengkapnya »

Geliat Bengkel Difabel Teguhkan Eksistensi di Pusat Kota

METROSEMARANG.COM – Cuaca terik tak menyurutkan sejumlah montir untuk menyervis sepeda motor pelanggannya di bengkel Cahaya Motor Jalan WR Supratman, Gisikdrono. Topo Prastyo, seorang montir di Bengkel Cahaya Motor bahkan cekatan mengutak-atik sebuah mesin motor. Ia mengatakan mampu menyervis 3-5 motor dalam sehari. Jika kondisinya ramai maka orderannya bisa mencapai belasan kali sehari. “Ini ada seorang pegawai yang membantu saya setiap hari. Banyak yang meremehkan tapi itu jadi cambuk untuk membuktikan diri jadi lebih baik,” ujarnya, Selasa (18/7). Ia mengakui tak mudah menyervis motor dengan jumlah banyak. Apalagi ditengah keterbatasan fisiknya, ia butuh tenaga ekstra terutama ketika orderan yang datang bertambah …

Baca Selengkapnya »

Fasilitas Umum di Semarang Belum Ramah Difabel

METROSEMARANG.COM – Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kota Semarang mengharapkan pemerintah kota setempat bisa memenuhi fasilitas untuk kaum difabel. Beberapa fasilitas seperti akses di jalan raya dan fasilitas umum lainnya dinilai masih belum lengkap dan belum ramah difabel. Ketua HWDI Kota Semarang Laili Nurillahi mengatakan, pihaknya mengapresiasi keberpihakan Pemerintah Kota Semarang terhadap kaum difabel. Diakui selama ini Pemkot telah memberikan perhatian yang cukup besar terhadap keberadaan kaum difabel dan pemberdayaannya. ”Keluhan bisa kami WA (WhatsApp) langsung ke wali kota dan langsung mendapat respon yang baik. Kami disupport fasilitas gedung dalam melakukan kegiatan dan bahkan juga bantuan pendanaan,” kata Laili Nurillahi, …

Baca Selengkapnya »

100 Difabel Diberi Latihan Tanggap Bencana

METROSEMARANG.COM – Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kota Semarang menggelar pelatihan pengurangan risiko bencana inklusi dan pertolongan pertama gawat darurat. Sebanyak 100 difabel dari seluruh Jawa Tengah mengikuti kegiatan ini. Ketua HWDI Kota Semarang Laili Nurillahi mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah agar para difabel setidaknya bisa menyelamatkan diri sendiri ketika terjadi bencana. Baik bencana alam maupun bencana seperti kecelakaan, kemacetan, pengangguran dan lainnya. ”Bagaimana seorang difabel bisa menghadapi bencana ini, setidaknya dirinya sendiri, baru membantu orang lain. Kita ingin meksipun difabel kita bisa mandiri,” katanya pada kegiatan yang digelar di Gedung Moch Ichsan lantai 8 Balai Kota, Kamis (25/5). Selama …

Baca Selengkapnya »

Perusahaan Lakukan Diskriminasi saat Merekrut Kaum Difabel

METROSEMARANG.COM – Sejumlah perusahaan di Jawa Tengah kedapatan melakukan tindakan diskriminasi tatkala berusaha merekrut tenaga kerja dari kalangan penyandang disabilitas. Temuan tersebut didapatkan oleh perusahaan penyalur tenaga kerja berkebutuhan khusus, Kerjabilitas.com, ketika melakukan survei bulanan. Anggraeni, Program Officer Kerjabilitas.com bahkan tak segan menyebut bahwa masih banyak pabrikan besar yang menolak mempekerjakan kaum disabilitas. “Sejak dilaunching, kita baru bisa menyalurkan 7.000 tenaga kerja berkebutuhan khusus. Masih sangat sedikit karena kita punya banyak sekali hambatan, mulai belum siapnya akses manajerial dan infrastruktur perusahaannya lalu masih ada lainnya lagi,” cetusnya, Kamis (13/4). Karena itulah, ia menduga perusahaan enggan memakai jasa disabilitas lantaran belum …

Baca Selengkapnya »

Goresan Tangan Mendobrak Keterbatasan

METROSEMARANG.COM – Dua anak muda terlihat duduk di atas kursi roda di tengah lalu-lalang pengunjung Pameran Inovasi dan Kreativitas Produk Tenaga Kerja Khusus yang digelar di Gedung Rimba Graha, Jalan Pahlawan, Semarang, Rabu (12/3). Di depan sebuah stand berukuran kurang lebih 2×2 meter yang di dalamnya terpajang puluhan lukisan wajah, mereka saling bertukar kata. Rizky Puput Isnaini dan Zulfikhar Fauzi namanya, dua orang kakak beradik yang telah menekuni jasa lukis wajah sejak tahun 2015 lalu. Berawal dari kegemaran corat-coret di masa kecil, kini karya mereka telah menghasilkan pundi-pundi uang. “Dari kecil memang suka corat-coret, lalu tahun 2015 kok kepikiran pengin …

Baca Selengkapnya »