Home > METRO BERITA > Tahun Ayam Api, Anak-anak Diajari Bersikap Lebih Bijaksana

Tahun Ayam Api, Anak-anak Diajari Bersikap Lebih Bijaksana

METROSEMARANG.COM – Suara riuh terdengar di aula Sekolah Kuncup Melati di Gang Pinggir, Semarang Tengah, Selasa (17/1). Ada puluhan bahkan ratusan anak yang berbaris rapi untuk menyambut perayaan Tahun Baru Cina (Imlek) 2568 bersama para guru.

Siswa sekolah Kuncup Melati menyambut perayaan Imlek 2568. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Raut keceriaan jelas terpancar dari wajah-wajah mungil mereka. Tiara Utami, salah satunya. Tiara panggilannya mengaku senang saat menyambut datangnya Tahun Ayam Api. Baginya, berkumpul sembari bersenandung dengan teman-teman sebayanya merupakan momentum spesial yang tak boleh terlewatkan saat Imlek tiba.

“Yang paling senang lagi, saya dapat kue keranjang, rasanya enak, manis bila dimakan langsung,” katanya sembari tersenyum lebar.

Datangnya Tahun Ayam Api memang menjadi tahun yang membahagiakan bagi para siswa Kuncup Melati. Apalagi, hari ini mereka diajak bernyanyi bersama Wong Aman Gautama Wangsa, ketua yayasan setempat.

Lamat-lamat terdengar lagu berjudul Rek Ayo Rek khas Suroboyonan dinyanyikan oleh mereka. Namun uniknya lirik lagu tersebut diubah jadi bahasa Mandarin.

“Judul lagunya jadi May Hong Ho Pa, itu memang sengaja kami ubah agar bisa dinyanyikan saat Imlek tiba,” kata Ina Rothul Salamah guru kelas IV Kuncup Melati.

May Hong Ho Pa ini baru pertama kali dinyanyikan oleh para siswa pada tahun ini. Liriknya kelihatan spesial apalagi mengandung filosofi yang sangat mengena di hati mereka.

Melalui lagu tersebut, Ina ingin menyampaikan pesan bahwa meski Imlek tidak semua siswa dapat angpau, namun sebaiknya jangan terlalu iri.

“Pesan di lagu itu bila kita tidak usah iri dan tetap menyikapinya dengan bijaksana. Lagu May┬áHong Ho Pa diciptakan oleh orang Surabaya. Saya bahagia karena tadi 211 siswa dari TK sampai SMA menyanyikan lagu itu dengan kompak,” ujarnya. (far)