Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Tak Ada Haudi, Rio Pun Jadi

Tak Ada Haudi, Rio Pun Jadi

METROSEMARANG.COM – Kemenangan atas Persibat Batang memastikan PSIS melaju ke fase 8 besar Liga 2. Laga tersebut sekaligus menjadi debut Rio Saputro sebagai kapten tim menggantikan peran Haudi Abdillah yang berhalangan karena akumulasi kartu.

Rio Saputro langsung mencetak gol pada debut sebagai kapten PSIS. Foto: metrosemarang.com

PSIS melakoni laga penentuan pada matchday 6 babak 16 besar Grup B melawan Persibat di Stadion Moch Soebroto Magelang, Rabu (11/10) sore. Meski tampil tanpa sederet pemain utama, pasukan Mahesa Jenar masih terlalu kuat buat Laskar Alas Roban dan menyudahi pertandingan dengan keunggulan 3-0.

Selain Haudi, PSIS juga kehilangan Hari Nur Yulianto yang masih menjalani hukuman Komdis. Ali Khumaidi yang disiapkan untuk menggantikan Haudi, mendadak sakit hanya sehari sebelum pertandingan.

Posisi dua bek tengah kemudian diberikan kepada Tegar Pribadi dan Rio Saputro. Pemain terakhir juga dipercaya mengemban jabatan sebagai kapten tim.

Rio pun membayar tuntas dengan mencetak gol penutup dalam pesta kemenangan PSIS. Dua gol lainnya dihasilkan oleh Taufik Hidayat dan Erik Dwi Ermawansyah.

Eks penggawa PON Jateng bermain lugas di jantung pertahanan Mahesa Jenar dan cukup sukses mereduksi pergerakan penyerang Persibat, Samuel Sefle.

Permainan gemilang Rio semakin sempurna setelah dia berhasil mengukir gol perdananya buat PSIS. Rio sukses meneruskan umpan Erik dan menyundul bola ke pojok atas gawang Persibat sekaligus membuat tuan rumah unggul 3-0.

Bek muda asal Jepara tersebut menjadi pemain ke-13 yang mencetak gol untuk PSIS musim ini. Total sudah 38 gol diukir anak buah Subangkit hingga babak 16 besar.

Melcior Majefat masih memimpin dengan lesakan 6 gol, disusul Erik Dwi dan Taufik Hidayat yang sudah mengemas 5 gol. Rifal Lastori dan M Ridwan sama-sama mengoleksi 4 gol.

Gelandang Ahmad Agung Setiabudi juga cukup produktif dengan torehan 3 gol. Kemudian Safrudin Tahar, M Yunus, Haudi Abdillah dan Hari Nur masing-masing menyumbang 2 gol. Sedangkan Johan Yoga, Franky Mahendra dan Rio Saputro mengoleksi sebiji gol.

“Pertandingan yang berat dan alhamdulillah kami bisa meraih kemenangan,” kata Rio seusai pertandingan.

Pelatih Subangkit menyebut kunci kemenangan timnya adalah kesabaran pemain untuk meladeni permainan cepat Persibat. “Persibat punya gelandang pekerja, sayap mereka juga cepat. Tapi anak-anak bisa bermain sabar dan akhirnya berbuah kemenangan,” ujarnya.

Subangkit tak terlalu pusing dengan barisan penyerang yang masih seret gol. Dia menilai timnya punya kolektivitas yang bagus dan dibuktikan dengan gol-gol yang bisa datang dari semua lini.

“Siapapun yang cetak gol tidak begitu penting karena semua pemain punya kontribusi. Yang penting PSIS bisa memenangi pertandingan,” tukasnya.

Sementara dari kubu Persibat, asisten pelatih Abdul Muin menyayangkan gol timnya yang dianulir wasit. Tim tamu sempat mencetak gol, beberapa menit setelah gol Taufik Hidayat. Namun wasit tidak mensahkan gol Honi Makrufan karena gelandang Persibat itu dinilai dalam posisi offside.

“Pertandingan yang bagus, tapi keputusan wasit menganulir gol, kami anggap kontroversi. Menurut kami itu gol murni yang dirancang dengan skema yang cantik,” ucapnya.

“Keputusan itu sudah pasti meruntuhkan mental anak-anak. Kami kehilangan fokus dan kebobolan lagi di awal babak kedua,” tutur Muin.

Hasil itu membuat laju Persibat musim ini berakhir di babak 16 besar. Pada saat bersamaan, PSMS Medan menang 1-0 atas Persita Tangerang dan menjadikan mereka pendamping PSIS di babak 8 sebagai runner up Grup B dengan torehan 10 poin, unggul tiga angka atas Persibat. (twy)