Home > Berita Pilihan > Tak Becus Tata PKL Segitiga Emas, Hendi Tuding Kepala Dinas Pasar Tak Profesional

Tak Becus Tata PKL Segitiga Emas, Hendi Tuding Kepala Dinas Pasar Tak Profesional

METROSEMARANG.COM – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi geram dengan salah satu bawahannya yakni Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Tridjoto Sardjoko. Pasalnya, Tridjoto dinilai tidak profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai kepala dinas yang di antaranya

Hendi saat berdialog dengan warga Jalan Barito Utara, Minggu (14/8). Wali Kota Semarang ini dibuat geram dengan kinerja Kepala Dinas Pasar yang dianggap tak becus menata kawasan Segitiga Emas. Foto: metrosemarang.com/dok
Hendi saat berdialog dengan warga Jalan Barito Utara, Minggu (14/8). Wali Kota Semarang ini dibuat geram dengan kinerja Kepala Dinas Pasar yang dianggap tak becus menata kawasan Segitiga Emas. Foto: metrosemarang.com/dok

Kegeraman wali kota yang biasa disapa Hendi itu terlihat saat menjawab pertanyaan wartawan terkait penataan PKL di kawasan Segitiga Emas Kota Semarang (Jalan Pemuda-Jalan Pandanaran-Jalan Gajahmada), Jumat (4/11). Sebelumnya, Tridjoto menyebut penataan PKL di kawasan Segitiga Emas itu bolanya ada di wali kota untuk mengubah Surat Keputusan (SK), tentang titik-titik lokasi di Semarang yang diperuntukan bagi PKL.

Menanggapi hal itu, Hendi menegaskan bahwa kalau ada kepala dinas yang berstatemen seperti itu berarti yang bersangkutan tidak profesional. ‘’Saya dipilih (jad wali kota) itu untuk menata Kota Semarang, sedangkan pelaksana teknisnya adalah dinas. Jadi kalau ada dinas yang mengatakan ini tergantung Pak Wali, ya buat apa dia jadi kepala dinas,’’ katanya.

Dia mengatakan, bicara kawasan Segitiga Emas, adalah sebuah wilayah yang sekarang menjadi ikon pedagang di Kota Atlas ini. Hampir setiap orang baik yang asli Semarang maupun wisatawan yang sedang ada di Semarang pasti akan lewat Simpanglima kemudian Segitiga Emas. Karena itu, kawasan ini ingin ditata menjadi lebih baik dan lebih nyaman.

Tapi tentu saja, lanjutnya, tidak kemudian harus menggusur PKL yang ada di wilayah itu. ‘’Saya sudah sampaikan ke Dinas Pasar inventarisisr lokasi-lokasi yang bisa dijadikan relokasi, misalnya seperti di Jalan Depok, jalur Wot Gandul atau jalur-jalur yang tidak berada di jalan protokol. Masukan para PKL di situ dan siapkan fasilitasnya agar kemudian Segitiga Emas jadi lebih rapi dan nyaman,’’ jelasnya.

Ditegaskan, sebagai wali kota dirinya sudah menyampaikan pekerjaan rumah (PR) untuk membangun Kota Semarang kepada seluruh SKPD sejak dilantik Februari 2016 lalu. SKPD sudah diminta mengecek peraturan wali kota (perwal) yang sudah tidak up to date atau bertentangan dengan aturan di atasnya. Kemudian lakukan perubahan agar sejalan dengan kebijakan dari pemerintah pusat.

‘’Misalnya izin jadi lebih cepat, penataan kota lebih indah. Tugas itu sudah disampaikan sejak Februari lau. Kalau hari ini masih ada kepala dinas yang mengatakan itu tergantung Pak Wali , saya rasa kepala dinasnya eksistensinya patut dipertanyakan,’’ tandasnya. (duh)