Home > METRO BERITA > Tak Betah Pisah Ranjang, Ustadz Nekat Cabuli Dua Santriwati

Tak Betah Pisah Ranjang, Ustadz Nekat Cabuli Dua Santriwati

Tersangka saat digelandang Polisi di Mapolrestabes Semarang (foto: Metro Semarang/Ilyas Aditya)
Tersangka saat digelandang Polisi di Mapolrestabes Semarang (foto: Metro Semarang/Ilyas Aditya)

SEMARANG – Seorang ustadz berinisial MT (39), warga Manyaran Semarang, terpaksa digelandang ke Mapolrestabes Semarang karena diduga kuat telah berbuat cabul kepada dua santriwatinya yang masih di bawah umur.

Ironisnya, bapak satu anak berstatus pisah ranjang tersebut, nekat mencabuli MR (16) dan AS (15) di rumahnya saat keduanya sedang menjalani pendidikan agama yang diajarnya. Bahkan korban MR sudah dicabuli tersangka sejak masih berusia 15 tahun.

Menurut Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wika Hardiyanto, pelaku memang hiper seks. “Pelaku memang suka begituan. Sementara masih dua korban saja, dan kita masih kembangkan hasil pemeriksaan. Apakah ada penambahan korban lain atau tidak,” tuturnya  saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Rabu (15/10) siang.

Ia mengatakan, agar para korban mau disetubuhi dan dicabuli, lebih dulu diiming-imingi uang Rp. 100 ribu-Rp. 50 ribu untuk membeli pulsa. Petugas  mendapat laporan dari orang tua korban setelah tahu anak gadisnya menjadi korban pencabulan. Diketahui karena korban sering mengeluh merasa sakit pada bagian alat vitalnya.

“Setelah ada laporan kepada kami, dan lalu kita kembangkan,  ternyata ada korban lain, yakni AS yang juga pernah dicabuli tersangka,” imbuh dia.

Berdasarkan informasi, korban berinisial (MR) masih duduk di bangku SMA kelas II dan korban (AS) sekarang duduk dibangku SMP kelas 3. Saat ini, pelaku mendekam di tahanan Mapolrestabes Semarang guna menjalani pemeriksaan. Atas perbuatannya, tersangka dikenai UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman hingga 12 tahun penjara. (Yas)