Home > METRO BERITA > Tak Kunjung Beroperasi, Bus Semar Jawi Terancam Mangkrak

Tak Kunjung Beroperasi, Bus Semar Jawi Terancam Mangkrak

Wali Kota Hendrar Prihadi saat menjajal bus Semar Jawi, 28 Oktober 2014. Sampai saat ini, bus pariwisata itu tak kunjung beroperasi. Foto Metrosemarang
Wali Kota Hendrar Prihadi saat menjajal bus Semar Jawi, 28 Oktober 2014. Sampai saat ini, bus pariwisata itu tak kunjung beroperasi. Foto Metrosemarang

SEMARANG – Bus pariwisata tingkat dua yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang ternyata belum beroperasi pascadiluncurkan beberapa waktu lalu. Sampai saat ini, operator bus yang diberi nama Semar Jawi (Semarang Jalan-jalan Wisata) tersebut masih belum jelas.

Bahkan bus pariwsata itu juga terancam mangkrak, karena di RAPBD 2015 pemerintah tidak mengalokasikan anggaran untuk operasionalnya. Artinya, jika bus CSR salah satu perusahaan telekomunikasi itu jadi diserahkan ke pemkot, tahun depan tetap belum bisa dioperasikan.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Anang Budi Utomo mengatakan, setelah pihaknya menanyakan operasional bus pariwisata itu ke pemkot, ternyata masih belum beroperasi. Operator bus tersebut belum jelas apakah Dinas Perhubungan atau Dinas Pariwisata. ‘’Kemarin sudah saya tanyakan, ternyata operatornya belum jelas,’’ ujarnya Jumat (21/11).

Komisi D sebenarnya sangat berharap bus pariwisata sudah melayani wisatawan yang berkunjung ke Semarang. Sebab jika respon dan perkembangannya memang bagus, bisa ditambah jumlah busnya dari pengadaan Pemkot sendiri melalui dana APBD atau CSR.

Menurut Anang BU, Pemkot juga tidak mengalokasikan anggaran operasional bus pariwisata di RAPBD 2015. Dalam pembahasan anggaran untuk tahun depan, baik Dinas Perhubungan maupun Dinas Pariwisata sama-sama tidak menyinggung soal operasional bus pariwisata itu.

‘’Karena itu, kami rekomendasikan supaya dialokasikan, mumpung anggaran saat ini belum ditetapkan,’’ tegasnya.

Baik Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) maupun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang ketika ditanyakan persoalan ini, sama-sama mengaku belum mengetahui nasib dari bus pariwisata.

Dari Disbudpar menyatakan tidak tahu bus tersebut menjadi pengelolaan pihaknya atau Dishubkominfo. Jika dari fungsinya untuk melayani tamu yang berkunjung ke Semarang, semestinya dikelola Disbudpar. Namun belum ada perintah untuk mengelolanya sampai saat ini.

 

‘’Setahu kami bus tersebut sampai saat ini masih dipegang oleh pihak swasta yang memberikan CSR. Kami memang tidak mengalokasi anggaran operasionalnya, kami belum pasti jadi pengelola,’’ kata Kasturi, Kabid Kebudayaan Disbudpar Kota Semarang.

 

Sementara dari Dishubkominfo yang tak mau disebutkan namanya, juga mengatakan Dishub tidak mengalokasikan anggaran operasional. Karena sepertinya bus tersebu yang pas mengelolanya adalah Disbupar.

 

Seperti diketahui, bus pariwisata ‘Semar Jawi’ tingkat dua bantuan dari perusahaan telekomunikasi adalah yang pertama di Kota Semarang. Bus ini panjangnya 747 cm, tinggi 315 cm, dan lebar 210 cm. Kapasitas di bagian bawah duduk 12 dan berdiri maksimal 20 penumpang. Sedangkan bagian atas duduk 24 penumpang. (MS-13)