Home > METRO BERITA > Tak Punya Jamban, 2,8 Juta Warga Jateng Terserang Diare

Tak Punya Jamban, 2,8 Juta Warga Jateng Terserang Diare

METROSEMARANG.COM – Rendahnya kepedulian warga Jawa Tengah pada pengelolaan sanitasi yang bersih mengakibatkan mereka terserang berbagai penyakit pencernaan. Bahkan, Ketua Yayasan Wahana Bhakti Sejahtera, Budi Laksono menyebut kini masih ada 2,8 juta warga di 35 kabupaten/kota yang tidak punya jamban.

Walk for Toilet sebagai kampanye penggunaan jamban. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Walk for Toilet sebagai kampanye penggunaan jamban. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Akibatnya, sebagian besar dari mereka saat ini terkena diare dan tipus. Dua penyakit itu timbul karena sanitasinya buruk,” ungkap Budi, Jumat (29/7).

Budi mengatakan, hal tersebut tentunya menjadi problem krusial yang sedang dihadapi oleh mayoritas warga Jawa Tengah. Di Semarang, ia sering menemukan orang buang hajat di sungai berulang kali tanpa ada tindakan tegas dari aparatur pemerintahan.

“Ini jadi problem di Semarang, bahkan di Indonesia. Sebab, warga miskin sering diare karena dipicu banyaknya kotoran di lingkungannya sendiri. Menurut kajian Bank Dunia, negara kita rugi triliunan rupiah akibat perilaku buruk seperti itu,” tegasnya.

Temuan lainnya, kata dia, di Grobogan yang berada di tenggara Semarang kondisinya juga hampir sama. Di sana, terdapat180 ribu warga tanpa jamban. Atas temuan tersebut, ia ingin terus menggalakan kampanye jambanisasi di tiap daerah secara swadaya dengan bantuan ribuan tentara dari Kodam VI Diponegoro.

“Karena masyarakat butuh social leadership untuk membangun jamban, maka tidak ada salahnya saya sama teman-teman relawan jambanisasi jalan kaki ke Jakarta untuk meminta dukungan kepada Presiden Jokowi di Istana Negara. Saya juga menyambangi Kemendes dan Kemendagri untuk memerdekakan masyarakat dari pengaruh sanitasi yang buruk,” ungkap Budi lagi.

Pada Senin (1/8) pekan depan, ia akan memulai kampanye walking for toilet di depan kantor Gubernur Ganjar Pranowo di Jalan Pahlawan. Ia lalu menggelar seminar mini sebelum berjalan kaki menuju Kendal, Batang dan daerah lainnya menuju Jakarta.

“Walking for Toilet akan dilepas oleh Pak Ganjar,” tukasnya. (far)