Home > METRO BERITA > Taman Kartini Mulai Dibangun, Ditarget Rampung Desember

Taman Kartini Mulai Dibangun, Ditarget Rampung Desember

PKL Pasar Burung Kartini yang pindah jualan di pinggir jalan paca penertiban oleh Pemkot Semarang. Foto: Metro Semarang/Ade Lukmono
PKL Pasar Burung Kartini yang pindah jualan di pinggir jalan paca penertiban oleh Pemkot Semarang. Foto Metrosemarang/Ade Lukmono

SEMARANG – Pembangunan taman di kawasan Kartini sudah mulai dilakukan setelah relokasi pedagang kaki lima. Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Semarang, akan membangunnya menjadi sebuah taman aktif. Untuk tahap awal telah disiapkan anggaran sebesar Rp 200 juta.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Semarang Ulfi Imran Basuki mengatakan, kawasan Kartini nantinya akan dibangun sebagai taman aktif. Konsepnya nanti menjadi sebuah taman terbuka bagi masyarakat, misalnya untuk berlibur bersama keluarga.

‘’Pembangunan sudah langsung kami mulai (setelah relokasi pedagang). Nantinya akan kami bangun taman aktif, yang terbuka bagi masyarakat,’’ katanya.

Saat ini sebagian material bahan membangun taman telah didatangkan. Seperti material pasir, tanah merah untuk menguruk lahan, dan bahan lainnya. Sejumlah pohon besar yang ada di kawasan Kartini tetap akan dipertahankan. Sehingga tinggal menambah tanaman atau pohon-pohon kecil.

Kawasan Kartini sendiri sudah dipasangi kawat berduri saat relokasi pedagang dilakukan. Namun kemarin, beberapa pedagang terlihat masih ada yang berjualan di sekitar kawasan. Mereka nekat membuka dagangannya di atas trotoar, seperti pedagang burung dan kelinci.

Ulfi mengatakan keberadaan pedagang yang masih ada di kawasan Kartini itu bisa mengganggu proses pembangunan taman. Karena itu berharap relokasi bisa dilakukan secara tuntas, semua pedagang harus direlokasi ke tempat yang disiapkan di Pasar Karimata.

‘’Pembangunan taman ini seharusnya dilakukan sudah sejak awal November lalu, dan harus selesai pertengahan Desember. Supaya berjalan lancar maka relokasi harus tuntas,’’ ujarnya.

Dia menegaskan, pedagang kaki lima di kawasan Kartini kurang pas. Karena area tersebut sesuai aturan untuk ruang terbuka hijau. Pembangunan taman nanti akan dilakukan secara bertahap. Tak hanya di Jalan Kartini yang dekat pasar burung Karimata, tapi akan dilakukan di pulau jalan yang ada di sepanjang Jalan Kartini hingga area Pasar Langgar.

Taman Kartini akan terkoneksi dengan rencana pembangunan taman di Kampungkali, taman Jalan Jolotundo, hingga Masjid Agung Jawa Tengah. Nantinya akan dibuat jalur hijau di jalur tersebut.

Rencana pembangunan taman di Kampungkali-Kartini-Jolotundo-hingga Masjia Agung Jawa Tengah, dimaksudkan untuk memenuhi target yang diamanatkan undang-undang, 20% dari luas daerah. Saat ini Kota Semarang baru memiliki ruang terbuka hijau sekitar 7,5%.

Tahun 2015, pihaknya juga memiliki program pembangunan taman lagi. Yakni pembangunan hutan kota di Kecamatan Mijen dan pembangunan Taman Bumi Perkemahan di sekitar Waduk Jatibarang. Termasuk juga akan membangun jalur bunga di median jalan dari Kalibanteng-Bangkong.

Sementara Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Trijoto Sardjoko mengatakan, setelah melakukan relokasi pedagang burung ke Pasar Karimata, pihaknya akan membangun sejumlah fasilitas yang diminta pedagang. Namun fasilitas listrik, air, dan toilet sudah ada. Untuk mengurangi kondisi panas nako juga sudah dibuka.

Keluhan pedagang adalah khawatir pembeli tidak akan naik ke lantai dua, karena di lantai bawah ada pedagang burung dan pakan burung yang grosiran. Pedagang berharap bisa nyegat pembeli. Atas keluhan ini, akan dibuatkan sebuah tangga ke lantai dua di bagian depan pasar yang cukup lebar. ‘’Anggarannya baru dihitung, namun kemungkinan akan pakai dana pemeliharaan rutin,’’ katanya. (MS-13)