Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Tampil Kurang Greget, PSIS Beruntung Bisa Atasi PSIR

Tampil Kurang Greget, PSIS Beruntung Bisa Atasi PSIR

METROSEMARANG.COM – PSIS tampil loyo saat membungkam PSIR Rembang di Stadion Jatidiri, Sabtu (20/8) sore. Tuan rumah harus berterima kasih pada Syaiful Amar dan Hari Nur Yulianto yang menjadi pembeda, sekaligus mengunci tiket babak 16 besar Indonesia Soccer Championship (ISC) B.

Hari Nur menorehkan gol keenamnya, sekaligus memastikan kemenangan atas PSIR. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono
Hari Nur menorehkan gol keenamnya, sekaligus memastikan kemenangan atas PSIR. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono

PSIS gagal mengulang performa gemilang saat memermalukan tuan rumah Persibat Batang dengan skor 4-1, dua pekan silam. Menjamu PSIR, Johan Yoga dkk justru antiklimaks meski akhirnya bisa menyudahi pertandingan dengan kemenangan 1-0.

Faktor cedera diakui asisten pelatih Sumardi Widodo cukup mengganggu persiapan timnya. “Kami memang tampil tidak seperti biasanya. Cedera yang dialami beberapa pemain juga cukup berpengaruh terhadap performa tim. Tapi, inilah risiko dari kompetisi yang panjang,” kata dia.

Pada laga sore tadi, PSIS tidak bisa menggunakan jasa M Yunus yang mengalami cedera punggung, dua hari sebelum pertandingan. Winger Dani Raharjanto juga baru pulih dari cedera. Bahkan, kapten Johan Yoga harus menggunakan bantuan plester di lutut kirinya yang sempat bermasalah.

Kehilangan Yunus membuat lini tengah Mahesa Jenar kurang bertenaga. Edy Anto yang menggantikan peran sebagai distributor bola juga tidak maksimal. Akibatnya, serangan PSIS seringkali terputus di tengah jalan.

Ahmad Agung yang menjadi tandem Edy di blok sentral juga tampil di bawah form. Beberapa kali pemain PSIR sukses menembus pertahanan PSIS dari area tengah. Tercatat tiga kali kiper Syaiful Amar harus berduel one on one dengan penyerang lawan.

Keputusan memainkan Syaiful Amar ternyata terbukti jitu. Kiper yang baru pertama kali tampil itu benar-benar menjadi tembok tangguh di bawah mistar dan menjaga gawang PSIS tetap perawan hingga akhir laga.

Salah satu aksi brilian dilakukan Amar saat menggagalkan dua peluang PSIR di menit 42. Kiper yang biasa disapa Cumi itu menepis tendangan Edi Santoso dari dalam kotak penalti. Bola rebound yang disambar Efendi juga masih bisa diantisipasi dan hanya berbuah tendangan penjuru.

Hari Nur yang menjadi pencetak gol di pertandingan itu juga layak mendapat kredit tersendiri. Meski tidak dalam performa terbaik, Hari sukses mengoyak gawang PSIR dari satu-satunya peluang yang dia peroleh.

Berstatus sebagai tuan rumah, PSIS justru dibuat menderita oleh tamunya. Anak asuh Eko Riyadi hanya sanggup menghasilkan empat percobaan dan hanya dua on target. Sedangkan, PSIR justru lebih banyak menebar ancaman dan mencatat tiga peluang emas. Sayang, buruknya finishing membuat tim tamu harus tertunduk di akhir pertandingan.

Direktur Teknik PSIS Setyo Agung Nugroho tak terlalu memermasalahkan performa anak asuh Eko Riyadi. Menurutnya, kemenangan tersebut tetap layak disyukuri.

“Yang penting menang dulu dan artinya target tiga angka tetap terjaga. Kami juga makin dekat untuk lolos ke babak 16 besar,” ujarnya.

Untuk sementara, Agung mengabaikan kemenangan WO atas Persipur yang dianggap menggunakan pemain tidak sah saat melawan PSIS, 1 Mei silam. Saat ini kubu Laskar Petir sudah mengajukan banding.

“Kami tak ingin berandai-andai dan tetap beranggapan belum lolos. Dengan demikian, pertandingan lawan PPSM pekan depan harus bisa ambil poin penuh,” bebernya.

Jika termasuk hasil kemenangan WO atas Persipur, poin PSIS saat ini adalah 22, yang berarti sudah tak mungkin disamai oleh PSIR di peringkat tiga dengan 13 poin dan menyisakan dua pertandingan.

Bahkan PSIS sudah bisa dipastikan menjadi juara Grup 4. PSIM yang menghuni posisi runner up dengan koleksi 14 angka, hanya menyisakan dua laga. Dengan demikian, poin maksimal yang bisa dicapai Laskar Mataram adalah 20.

PSIR yang menghuni peringkat tiga, maksimal hanya bisa menambah enam angka dari dua laga sisa. Saat ini, Laskar Dampo Awang baru mengumpulkan 13 poin.

Begitu juga dengan Persijap Jepara di peringkat empat. Laskar Kalinyamat baru mengumpulkan 12 angka, dengan tiga pertandingan tersisa. Jika berhasil menyapu bersih semua laga, poin maksimal Persijap hanya 21. (twy)