Home > METRO BERITA > Tanam Investasi Energi, Menteri Denmark Tinjau TPA Jatibarang

Tanam Investasi Energi, Menteri Denmark Tinjau TPA Jatibarang

METROSEMARANG.COM – Menteri Muda Bidang Kebijakan Luar Negeri Kerajaan Denmark Lone Dencker Wisborg, meninjau TPA Jatibarang Semarang untuk memantau progres enam proyek percontohan di sektor energi dan lingkungan yang telah dijalin Pemprov Jateng dengan ESP3.

TPA Jatibarang  Foto: metrosemarang.com/dok
TPA Jatibarang
Foto: metrosemarang.com/dok

Rombongan menteri Denmark itu ditemani Penasehat Senior Pimpinan Asia Selatan dari Tenggara dan Oseania, Mette Strand Gjeriaf serta Danida Environmental Support Programme Phase 3 Program Dukungan Lingkungan tahap tiga (ESP3). Mereka juga diterima oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Lantai II Gubernuran Jalan Pahlawan, Rabu (14/9).

Kepala Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Ulfi Imran Basuki menyatakan, rombongan delegasi Denmark langsung datang ke TPA Jatibarang tadi pagi. Ia bilang, tempat pembuangan sampah di Semarang nantinya jadi pembakaran gas metana dan hasilnya disalurkan bagi instalasi pembangkit listrik berdaya 1,3 Mega Watt milik PLN.

“Proyek ini akan berlangsung 16 tahun ke depan. Pastinya memberikan arus pendapatan yang positif,” kata Ulfi.

Pemkot, lanjutnya, kini siap menerima proyek tersebut termasuk pada Detail Engineering Design (DED).

“Untuk sapi-sapi yang berada di sana pihak kami telah memindahkan di bawah dekat sungai, dan Perda yang mengatur sudah disahkan. Sedangkan Tim Teknisi akan masuk di TPA Jatibarang akhir bulan ini,” ungkap Ulfi.

Selain datang ke Ibukota Jateng, program tersebut juga menyasar kelima daerah lainnya, meliputi Jepara, Cilacap, Tegal, Klaten dan Kebumen. Fokusnya tetap sama yaitu mewujudkan kemandirian energi.

TPA Jatibarang yang notabene punya luas lahan 46 hektar, kini baru dipakai 26 hektar. Di lahan itu, tiap hari dipakai untuk pembuangan sampah sebanyak 800-1.000 ton sehari dan perkantoran.

Ulfi mengklaim ada 400 bak truk yang mampu melayani 80 persen pengangkutan sampah di rumah-rumah warga Semarang. (far)