Home > METRO BERITA > Tanggul Rob Kampung Bahari Terkendala Pembebasan 24 Rumah

Tanggul Rob Kampung Bahari Terkendala Pembebasan 24 Rumah

METROSEMARANG.COM – Program pembuatan tanggul rob Kampung Bahari Tambaklorok di Kota Semarang ditargetkan selesai 100 persen pada Oktober mendatang. Tetapi saat ini masih terkendala belum dilakukannya pembebasan lahan milik warga yang masih ada sebanyak 24 rumah.

Wali Kota Semarang Hendrar Prahadi didampingi pejabat dinas terkait meninjau pembangunan tanggul rob Kampung Bahari Tambaklorok. Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

‘’Masih ada kendala sekitar 24 rumah dari total 51 rumah yang belum lengkap pemberkasannya sehingga pembebasan lahan belum bisa dilakukan 100 persen,’’ kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Senin (16/1).

Program Kampung Bahari Tambaklorok saat ini secara fisik sudah mencapai 60 persen. Tapi kontraktor sudah meminta bantuan kepada Pemkot Semarang, katanya, agar di akhir bulan Januari ini persoalan pembebasan lahan itu bisa selesai. Sehingga kontraktor pun bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu pada Oktober mendatang.

‘’Saya sudah sampaikan Dinas PU (Pekerjaan Umum) untuk melakukan percepatan pembebasan lahan. Saya juga akan kumpulkan Camat dan Lurah untuk mensosialisasikan kekurangan-kekurangan berkas kepemilikan lahan masyarakat agar bisa segera dibayar,’’ katanya.

Hendi-sapaan akrab wali kota, mengatakan, persoalan pemberkasan yang menyebabkan pembebasan lahan belum selesai, misalnya warga belum membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) atas lahan tersebut. Selain itu, surat tanahnya ada yang sedang jadi agunan pinjaman di lembaga perbankan atau digadaikan. Masalah pemberkasan ini harus secepatnya diselesaikan.

‘’Tapi kalau ditingkat masyarakat sendiri ya saya harapkan sudah clear, karena pembangunan ini orientasinya juga untuk kemaslahatan masyarakat setempat. Pada saat ini selesai kawasan di Bandaharajo atau Tambaklorok ini pasti akan menjadi kawasan yang jauh lebih baik,’’ katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang Iswar Aminuddin mengatakan, pihaknya akan memfasilitasi masyarakat untuk menyiapkan persyaratan berkas-berkas yang diperlukan untuk pembebasan lahan. Jika ada yang sudah selesai akan langsung dibayarkan. Targetnya dalam 2 minggu ini pembebasan lahan semuanya selesai.

‘’Untuk yang belum bersertfikat bangunan akan diganti, nilai ganti ruginya masih diaprasial,’’ katanya. (duh)