Home > METRO BERITA > Tanya Pesanan Kanopi, Subagiyo Malah Dibabat Samurai

Tanya Pesanan Kanopi, Subagiyo Malah Dibabat Samurai

Subagiyo saat melapor ke SPKT, ditemani keluarganya. (Foto : ilyasaditya/Metro)
Subagiyo saat melapor ke SPKT, ditemani keluarganya. (Foto : ilyasaditya/Metro)

SEMARANG – Niat hati ingin meminta kepastian soal kanopi yang dipesannya, Subagiyo (45),  warga Griya Pandana Merdeka Blok I/27 RT 4/RW 3 Kelurahan Beringin, Ngaliyan, malah harus menjadi korban kekerasan. Terlapor yakni Intansari (22) dan Epin (16), warga Jalan Jatisari RT 1/RW 2 Kelurahan Mijen, tidak lain merupakan istri dan adik Sudiar (32), orang yang dipasrahinya untuk membuat kanopi.

Saat kejadian, kedua terlapor  tiba-tiba mengamuk menggunakan senjata tajam ketika Subagiyo bersama istrinya datang ke rumah terlapor menanyakan kejelasan soal kanopi pada Minggu (28/9) lalu. “Saat itu Intansari membawa pisau, dan Evin menggunakan samurai. Saya dibacok dan diancam menggunakan samurai,” tutur Subagiyo, Kamis (2/10).

Akibat pengeroyokan itu, Subagiyo mengalami luka robek sedalam 5 cm karena terkena sabetan samurai terlapor di pergelangan kaki kiri. “Hingga sekarang lukanya juga belum sembuh,” imbuhnya. Karena takut , Subagiyo pun pergi dari rumah terlapor. Subagiyo juga masih tak habis pikir kenapa terlapor nekad  mengancam dan menyerangnya.

Sebelumnya korban dengan Sudiar memang mempunyai  kesepakatan  harga Rp 5,5 juta untuk pembuatan kanopi. “Saya sudah memberikan uang muka Rp 3,5 juta, tapi pesanan kanopi dan tralis itu tidak digarap. Berkali-kali saya menanyakan, dia selalu beralasan macam-macam, bahkan hingga 3 bulan tidak dikerjakan. Makanya saya menanyakan ke rumahnya,” keluhnya.

Aksi kekerasan dan pengancaman tersebut juga  disaksikan sejumlah warga sekitar, namun tak satupun yang berani melerai karena terlapor mengacung-acungkan senjata tajam. Tak terima atas kejadian tersebut, Subagiyo akhirnya melaporkan kejadian yang dialaminya ke pihak yang berwajib  atas dugaan tindak pidana pengeroyokan dan kekerasan. (Yas)