Home > METRO BERITA > Tarom Barokah: Tatto Bukan Sekedar Seni, Tapi Spiritual

Tarom Barokah: Tatto Bukan Sekedar Seni, Tapi Spiritual

Tarom Barokah
Tarom Barokah

SEMARANG – Bagi mayoritas masyarakat, Tatto masih dianggap sebagai sebuah hal yang negatif. Merajam diri sendiri untuk menghasilkan gambar atau hanya sekedar membuat tanda, masih dipandang sebagai tindakan yang cenderung brutal.

Namun hal tersebut tidak berlaku untuk Tarom Barokah, penggiat Tatto asal Semarang, yang menganggap Tatto bukan sebagai sesuatu yang negatif, melainkan sebuah seni yang patut dilestarikan. Bahkan menurutnya, Tatto tidak hanya mengandung hanya unsur seni di dalamnya, namun mengandung sebuah bentuk pertanggungjawaban untuk lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta. “Jika kita sudah ada niat menggambar sebuah  simbol yang mempunyai makna tinggi atau mempunyai unsur spiritual, kita akan lebih berhati hati dalam berperilaku,” tuturnya Selasa (16/9) dinihari.

Saat ditanya soal perkembangan Tatto di Semarang, pria yang akrab di sapa Lek Tarom ini, mengaku saat ini perkembangan tatto di Semarang dari tahun ke tahun terus meningkat. Hal tersebut ditandai dengan bertambahnya  generasi muda yang muncul sebagai pelaku atau pembuat Tatto. “Mereka juga rajin ikut forum untuk saling bertukar pengalaman, ” imbuhnya.

Tarom berharap, nantinya Tatto akan lebih leluasa untuk diterima oleh semua kalangan dan tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang tabu. “Untuk Tatto, harusnya Indonesia sudah bisa setara dengan negara-negara maju lain yang menganggap Tatto sebagai suatu hal yang berkaitan dengan seni,” tandasnya. (Yas)