Home > Berita Pilihan > Tebus Pil Koplo, Sopir Kontainer Dibunuh di Perlintasan Kereta

Tebus Pil Koplo, Sopir Kontainer Dibunuh di Perlintasan Kereta

METROSEMARANG.COM – Unit Reserse Mobile (Resmob) Polrestabes Semarang menangkap pelaku pembunuhan terhadap Purnomo Nugroho (32). Warga Kebonharjo RT 03 RW 09, Semarang Utara itu ditemukan tewas di sekitar perlintasan kereta api arah Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jalan Ronggowarsito, Semarang Utara, Sabtu (23/4) sekitar pukul 17.45.

Ilustrasi
Ilustrasi

Pelaku diketahui bernama Imam Taufik (31), warga Karangnangka, Mangkang Raya, Wonosari Ngaliyan. Residivis kasus penodaan terhadap anak di bawah umur tersebut ditangkap di sebuah rumah di Jalan Suhada, Pedurungan, Minggu (24/4) sekitar pukul 08.00.

Dalam penindakan yang dipimpin Kasubnit I Resmob Aiptu Janadi dan Ipda Dimas Charis Suryo Nugroho, petugas terpaksa melepaskan tembakan hingga menembus kaki kanan pelaku. “Begitu dapat informasi langsung kami lakukan pengejaran hingga penangkapan dilakukan,” ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Burhanudin, saat gelar perkara Senin (25/4) siang.

Burhanudin menambahkan, kasus pembunuhan tersebut bermula saat korban yang bekerja sebagai sopir kontainer mendatangi kos pelaku di Jalan Ronggowarsito, Semarang Utara. Saat itu terjadi pertengkaran di antara keduanya, yang dipicu masalah pil koplo.

Dikatakan Burhanudin, korban yang datang untuk meminta pil koplo ternyata tidak diberi oleh pelaku. “Karena tidak diberi, korban emosi dan langsung memukul pelaku,” ujarnya.

Tindakan tersebut tentu saja memancing emosi pelaku hingga dia berlari ke dalam kamar kosnya untuk mengambil senjata tajam. “Sangkur sudah di tangan, pelaku kemudian mengejar korban,” ujarnya.

Kejar-kejaran antara pelaku dengan korban terjadi. Namun saat melintas di perlintasan kereta api tak jauh dari tempat kos yang dihuni pelaku, korban tersandung rel kereta api hingga terjatuh. Saat itu pelaku yang sudah berada tepat di depannya langsung mengarahkan sangkur dan menusukannya ke bagian dada.

Sementara itu Imam Taufik mengaku, tindakan tersebut dilakukan spontan. Sebab, dia terlanjur emosi lantaran perlakuan korban. “Spontan, sangkur itu saya beli di pedagang yang lewat. Tujuannya untuk jaga diri saja,” jelasnya.(MS-02)