Tega! Wanita Cantik Ini Dihabisi lalu Jasadnya Dicor di Bak Mandi

METROSEMARANG.COM – Sesosok mayat wanita ditemukan dicor di bak mandi di Desa Puguh Kecamatan Boja Kendal, Jumat (23/2) sore. Terungkapnya kasus ini diawali dengan penangkapan tersangka begal, Didik Ponco Sulistio.

Polisi membongkar bak mandi yang dijadikan tempat mengubur jasad Fitri di Boja Kendal. Foto: metrojateng.com/edi prayitno

Jasad wanita cantik yang diketahui bernama Fitria Anggreni (25) warga Dusun Tanggulanin Desa Margosari Kecamatan Limbangan ditemukan petugas Resmob Polres Kendal, di rumah Didik. Korban yang merupakan pemandu lagu di sebuah tempat karaoke ini, ditemukan dicor di bak mandi belakang rumah pelaku.

Diduga korban dihabisi di dalam rumah pelaku, sepekan silam dan jenasahnya dimasukkan ke dalam bak mandi. Untuk menghilangkan jejak pelaku kemudian menimbun jasad korban dengan pasir dan semen agar tidak bau.

Kasat Reskrim Porles Kendal AKP Aris Munandar mengatakan, pengungkapan dugaan pembunuhan ini saat polisi menangkap pelaku pembegalan yang terjadi di wilayah Boja. ”Dari pemeriksaan petugas pelaku mengaku sudah melakukan pembunuhan dan mayatnya dicor di bak mandi rumahnya,” jelasnya.

Polisi yang memeriksa bak mandi curiga karena terdapat urugan pasir dan semen di dalam bak mandi. “Saat dibongkar mayat korban ditemukan dalam keadaan hanya mengenakan pakaian dalam,” imbuh kasat.

Lebih lanjut kasat mengatakan, korban dihabisi dengan dicekik menggunakan selendang yang ada di rumah pelaku. Modusnya masih dilakukan pendalaman secara detail.

Pengakuan awal tersangka jengkel karena korban pinjam uang pada dia. Namun pada saat ditagih korban mengumpat pada tersangka dengan kata-kata kasar.

“Dengan umpatan itu, pelaku lalu mencekiknya dengan selendang hingga tewas. Antara korban dan tersangka dimungkinkan ada hubungan istimewa,” lanjut Aris.

Sementara itu Kadus Tanggulangin , Munawar mengatakan korban dijemput pelaku Jumat pekan lalu. “Pelaku memang kerap menjemput korban di rumahnya dan diajak pergi. Namun saat Jumat pekan lalu dijemput korban tidak pernah pulang dan tidak bisa dihubungi oleh keluarganya,” katanya.

Polisi masih mengembangkan kasus pembunuhan ini, sementara jenasah korban dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Semarang untuk dilakukan autopsi. Polisi memeriksa keluarga korban dan sejumlah saksi untuk mengungkap pembunuhan keji ini. (metrojateng.com/MJ-01)