Home > METRO BERITA > Teh Kreasi Siswa SMA 3 Semarang Ini Mampu Tingkatkan Trombosit Darah

Teh Kreasi Siswa SMA 3 Semarang Ini Mampu Tingkatkan Trombosit Darah

METROSEMARANG.COM – Saat mendengar kata teh yang ada dipikiran pastinya berkaitan dengan daun teh. Namun dalam Teh Tekkat ciptaan siswa SMA 3 Semarang anda sama sekali tidak akan menemukan komposisi daun teh. Pasalnya Teh Tekkat justru terbuat dari kulit ari kacang tanah yang kemudian disingkat untuk menjadi nama produk teh buatan mereka.

Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri

Adalah Zulhulayfa Marsa dan Cesario Hanif Naufal yang berhasil mengkreasikan kulit ari kacang tanah menjadi teh. Bukan tanpa alasan Masra dan Hanif membuat teh dari kulit ari kacang tanah. Menurut Marsa kandungan Flavonoid dan Quercetin dalam kulit ari kacang tanah cukup tinggi. Kandungan Flavonoid dan Quercetin seperti diketahui mampu meningkatkan trombosit dalam darah.

“Awalnya kita ingin cari tahu kenapa selama ini jambu biji yang umum digunakan untuk penderita DBD, ternyata ada dua zat tadi,” beber Marsa saat ditemui metrosemarang.com di lobi SMA 3 belum lama ini.

Setelah tahu manfaat kedua zat tadi ia dan Hanif mulai mencari bahan apa saja yang juga mengandung Flavonoid dan Quercetin. Akhirnya mereka memilih kulit ari kacang tanah. Bahkan pada percobaan yang telah mereka ujikan pada tikus hasilnya cukup signifikan.

“Teh buatan kami bisa meningkatkan trombosit sampai 382 persen,” ujar Hanif.

Pembuatan Teh Tekkat juga sangat mudah hanya membutuhkan kacang tanah untuk diambil kulit arinya dan kantong teh. Langkah pertama kulit kacang tanah dipisahkan dari kacang lalu dioven dengan suhu 100 derajat celsius selama 70 menit. Setelah itu kulit ari kacang tanah diblender dan masukkan ke dalam kantong teh.

Meski tidak berkomposisi daun teh namun Teh Tekkat tetap seperti teh pada umumnya dengan aroma dan rasa kacang. “Rasanya kaya teh biasa, mungkin nanti ke depan bisa ditambah aroma melati biar kaya teh biasanya,” imbuh Marsa.

Marsa dan Hanif berharap Teh Tekkat bisa diproduksi secara masal agar dapat dikenal dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Berkat kreasinya ini Marsa dan Hanif berhasil menyabet medali perak dalam ajang Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) ke 9 yang digelar di SMA Kharisma Bangsa Tangerang Selatan pada 23-26 Februari lalu. (vit)