Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Tekad Bangkit Persekap di Tengah Krisis

Tekad Bangkit Persekap di Tengah Krisis

METROSEMARANG.COM – Persekap Kota Pasuruan bakal menghadapi laga sulit lawan tuan rumah PSIS Semarang pada lanjutan babak 16 besar Indonesia Soccer Championship (ISC) B, Minggu (9/10) sore. Pelatih Aris Budi Prasetyo berharap pasukannya bisa bangkit di tengah krisis finansial yang membelit tim asal Kota Santri ini.

Pemain Persekap berlatih ringan di area parkir Stadion Jatidiri, Sabtu (8/10) sore. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono
Pemain Persekap berlatih ringan di area parkir Stadion Jatidiri, Sabtu (8/10) sore. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono

Sempat terseok-seok di fase awal, Persekap akhirnya berhak lolos ke babak 16 besar sebagai runner up Grup 7. Skuat berjuluk Laskar Suropati ini menyisihkan Persekam Metro FC dan Persewangi Banyuwangi yang sebenarnya lebih diunggulkan lolos mendampingi Perssu Madura.

Sabil Fisabillah dkk bahkan harus menunggu sampai laga terakhir untuk memastikan tiket 16 besar. Lolosnya Persekap tak terlepas dari ‘bantuan’ Perssu yang jadi lawan terakhir di babak penyisihan grup. Perssu yang sudah dipastikan lolos hanya menampilkan pemain pelapis dan akhirnya takluk 0-2.

Persekap pun akhirnya berhak melenggang ke fase berikutnya sebagai runner up mendampingi Perssu dengan torehan 13 angka. Mereka hanya unggul satu poin dari Metro FC yang berada di posisi ketiga.

Tak berlebihan jika Aris Budi menyebut kelolosan timnya sebagai sebuah keberuntungan. Apalagi tim ini tak mendapat sokongan dana memadai untuk berlaga di turnamen garapan PT Gelora Trisula Semesta (GTS).

“Kami beruntung bisa lolos ke 16 besar di tengah kesulitan dana. Sejauh ini kami hanya mengandalkan subsidi dari operator dan bantuan dari beberapa pihak, termasuk rekan-rekan seprofesi,” kata Aris Budi usai memimpin pasukannya berlatih di area parkir Stadion Jatidiri, Sabtu (8/10) sore.

Dengan dana pas-pasan, pelatih 41 tahun itu juga tak bisa leluasa mereparasi skuat. Persekap hanya merekrut satu pemain jelang babak 16 besar. Padahal, mereka sudah kehilangan tiga penggawa yang dicoret karena cedera.

“Kami hanya menambah satu pemain di posisi stopper, Bima Boy dari Persatu Tuban. Selebihnya kami hanya mempromosikan pemain magang untuk menggantikan tiga pemain yang sudah dicoret,” urainya.

Lolos ke babak 16 besar bukan berarti masalah Persekap tuntas. Hasil drawing menempatkan tim yang bermarkas di Stadion Untung Suropati berada di Grup D bersama PSGC Ciamis, PSIS dan PSPS Pekanbaru. Mereka harus melakoni dua laga away beruntun ke Ciamis dan Semarang.

Di laga perdana, Jumat (30/9) silam, Persekap dipermak empat gol tanpa balas oleh PSGC. Aris pun menyoroti kepemimpinan wasit yang dinilai lebih memihak tuan rumah.

“Secara permainan kami tidak kalah dari PSGC. Tapi, ada unsur keberpihakan wasit pada tuan rumah yang akhirnya membuat kami kalah, termasuk penalti yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Semoga saja wasit pertandingan besok bisa bertindak lebih adil,” bebernya.

Pelatih yang juga pernah membela Persema Malang itu kini bisa membawa semua pemainnya dalam lawatan ke Semarang. Total 21 pemain diboyong ke Kota Lumpia. Kondisi itu berbeda saat timnya melakoni away ke Ciamis yang hanya berkekuatan 15 pemain.

Namun, Aris tetap mengkhawatirkan kondisi psikologis anak buahnya usai kekalahan telak di Stadion Galuh Ciamis. Jeda waktu sepekan menurutnya kurang ideal untuk memulihkan mental maupun kebugaran pemain.

“Dua kali away memang kurang menguntungkan, apalagi kami kalah di laga pertama. Sebenarnya saya berharap bisa curi poin di Ciamis, sehingga beban di laga selanjutnya bisa lebih ringan. Tapi, apapun kondisinya kami siap lawan PSIS,” tegas Aris.

Sayangnya, Aris dan pasukannya terpaksa melewatkan sesi ujicoba lapangan lantaran diganggu hujan. Pemain-pemain Persekap akhirnya hanya berlatih ringan di area parkir sisi barat Stadion Jatidiri.

Kick off pertandingan PSIS vs Persekap dijadwalkan pukul 15.30. (twy)