Home > METRO BERITA > Tekan Angka Kecelakaan, Polisi Bangun Monumen di Perbatasan

Tekan Angka Kecelakaan, Polisi Bangun Monumen di Perbatasan

METROSEMARANG.COM – Berbagai cara terus dilakukan kepolisian untuk menekan tingginya angka kecelakaan di jalan raya. Salah satunya dengan membuat monumen korban kecelakaan di perbatasan Semarang-Kendal.

Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

Monumen tersebut memajang satu kendaraan roda dua yang kondisinya ringsek atau rusak berat akibat kecelakaan. Di bawah kendaraan tertuliskan peringatan “Jangan Ikuti Jejak Saya” dan “Rawan Kecelakaan”.

“Ini sebagai shock therapy kepada pengguna jalan. Kami ingin memotivasi kesadaran dalam berkendara, agar mereka lebih berhati-hati,” kata Kanit Lantas Polrestabes Semarang, AKP Sugito, Senin (1/8).

Alasan pemilihan lokasi monumen di Jalan Walisongo atau perbatasan Semarang-Kendal karena di sepanjang jalur pantura barat atau Mangkang merupakan daerah yang sering terjadi kasus kecelakaan. Data menunjukkan, dari 588 kasus yang terjadi tahun ini diketahui meninggal dunia 112 jiwa, luka ringan 589, luka berat 1, dan total kerugian materi sebanyak Rp 478,600,000.

“Kalau kasus kecelakaan yang terbanyak ya di barat itu, daerah Mangkang,” paparnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polrestabes Semarang, AKBP Catur Gatot Effendi menjelaskan, monumen tersebut sebagai bentuk sosialisasi untuk mencegah kasus kecelakaan di jalan. Dipajangnya kendaraan roda dua menjadi simbol penyumbang angka kecelakaan terjadi pada kendaraan roda dua.

Pihaknya akan melakukan pemetaan tempat-tempat yang rawan kecelakaan. Hal ini dilakukan karena pembuatan monumen laka tersebut nantinya tidak hanya didirikan di perbatasan Semarang Kendal. “Sementara ini kita alokasikan dari arah barat yang masuk ke Kota Semarang, termasuk Jalan Prof Hamka. Nantinya akan kita mapping dulu,” tandasnya. (din)