Tekan Kecelakaan Pelajar, Polisi Usulkan Program Bus Sekolah

Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG – Sebagai bentuk komitmen menekan angka kecelakaan di kalangan pelajar,  Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang akan mengusulkan  program bus sekolah kepada Pemkot Semarang. Selain sebagai sarana baru, program tersebut nantinya diharapkan bisa menjadi sarana pilihan utama siswa dalam bertransportasi ke sekolah.

“Kalau fasilitas bus sekolah berjalan, diharapkan tidak ada siswa memakai motor saat berangkat sekolah dan ugal-ugalan di jalan. Rencana kami Maret bisa terealisasi,” ujar Kasat Lantas Polrestabes Semarang AKBP Pungky Bhuana, Rabu (18/2).

Menurut Pungky, untuk trayek bus dalam program tersebut, pihaknya juga akan bekerja sama dengan Pemkot Semarang agar bisa memfasilitasi armada. “Kami tetap akan usulkan kepada Wali Kota Hendrar Pihadi untuk armada bus BRT sekolah. Nanti kalau sudah berjalan dan direspons baik masyarakat syukur-syukur armada ditambah,” imbuhnya.

Sementara, hingga saat ini, program itu sendiri masih dalam tahap sosialisasi kepada beberapa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Semarang. “Mungkin pekan depan akan kami datangi sekaligus sosialisasikan program ini di SMA 3, SMA 5, dan SMA 1 untuk memberi masukan tidak lagi siswa makai motor,” ucap dia.

Dengan dilakukannya sosialisasi dan pemetaan terhadap tempat tinggal siswa, nantinya akan diketahui di mana saja titik-titik shelter bus yang harus disediakan untuk menjemput siswa. “Jadi kalau sudah berjalan bus sekolah, cukup orang tua mengantarkan ke shelter bus untuk berangkat menuju sekolah. Biaya cukup Rp 1.000, dengan demikian risiko kecelakaan kecil,” tandas Pungky. (yas)

You might also like

Comments are closed.