Home > METRO BERITA > Tekan Kecelakaan Pelajar Semarang, Puluhan Polisi Disebar di 24 Sekolah

Tekan Kecelakaan Pelajar Semarang, Puluhan Polisi Disebar di 24 Sekolah

METROSEMARANG.COM – Kepolisian Resor Kota Besar Semarang akan menempatkan anggotanya di 24 sekolah menengah atas sebagai upaya menekan angka kecelakaan di kalangan pelajar. Mereka merupakan bagian program Sekolah Menengah Dua Polantas (SMDP) yang dikukuhkan hari ini, Kamis (21/7).

Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

Kecelakaan lalu lintas di Kota Semarang yang terjadi di kalangan pelajar terus mengalami peningkatan. Selama tiga bulan pertama di tahun 2016, sekitar 30 persen, dan pada tiga bulan selanjutnya atau satu semester meningkat menjadi 40 persen.

Data dari Satuan Lalu lintas Polrestabes Semarang menunjukkan, semester pertama jumlah pelanggaran tilang sebanyak 46.820, teguran 24.211, kecelakaan 486 kasus. Sedangkan korban meninggal dunia 91 orang, 1 luka berat, 500 luka ringan, dan kerugian materi mencapai Rp 412.400.000. Dari jumlah tersebut, pelanggaran banyak dilakukan oleh kalangan dengan kategori umur produktif yakni 16-25 tahun.

Untuk itu, Polrestabes Semarang mengukuhkan program SMDP di 24 SMA sederajat di Kota Semarang. Puluhan sekolah tersebut merupakan hasil penyaringan dari total 129 SMA di Kota Semarang yang dikategorikan menyumbang angka pelanggaran lalu lintas yang cukup banyak.

“Tugas SMDP bersama-sama berperan aktif dalam rangka pembinaan karakter siswa dalam berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan lalu lintas usia produktif,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin, usai pengukuhan SMDP di Lapangan Polrestabes Semarang, Kamis (21/7).

Sementara itu, Kasat Lantas Polrestabes Semarang AKBP Catur Gatot Effendi menatakan, program tersebut akan efektif dimulai pada Senin pekan depan. Setiap pagi akan ada dua petugas polisi yang bertugas mengatur lalu lintas di sekolah tersebut.

Usai mengatur lalu lintas, mereka kemudian masuk ke ruang bimbingan konseling sambil menunggu ada jadwal pelajaran kosong untuk memberi penyulihan. Adapun materi yang diberikan seputar berlalu lintas yang benar agar aman bagi pengendara.

“Tiap pagi di depan sekolah, mengatur lalu lintas. Setelah anak-anak masuk petugas berkoordinasi dengan bimbingan konseling (BK) di ruang BK, sambil memonitor kelas mana yang kosong. Ini tahap awal, yang selnjutnya kalau bisa kita koordinasi dengan Dinas P dan K, paling tidak sehari ada waktu 45 menit,” pungkasnya. (din)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link