Home > METRO BERITA > Teknis Penanganan Macet di Jalan Pandanaran Harus Matang

Teknis Penanganan Macet di Jalan Pandanaran Harus Matang

image

SEMARANG – Wacana memecah kemacetan di Jalan Pandanaran dengan memindahkan lokasi parkir ke Museum Mandala Bhakti harus dikomunikasikan dulu dengan pihak Kodam IV/Diponegoro. Dikarenakan saat ini, lahan tersebut masih menjadi aset kodam.

Disampaikan Anggota DPRD Kota Semarang HA Supriyadi, sebelum membahas tentang teknis penganggaran bus dan lainnya, Pemkot Semarang lebih dulu harus melakukan komunikasi intensif dengan pihak terkait.  ‘’Setelah ada persetujuan, baru dilaksanakan perencanaan yang lebih matang. Secara prinsip kami setuju dengan rencana untuk mengatasi kemacetan di Jalan Pandanaran. Tapi harus ada persiapan teknis yang matang,’’ katanya, Minggu (17/8/2014). 

Problem kemacetan di Jalan Pandanaran memang harus dicari solusi. Pemkot diharapkan bisa mengupayakan komunikasi kerja sama dengan kodam untuk memanfaatkan lahan Mandala Bhakti. ‘’Jika tidak berhasil, rencana semula membangun gedung parkir di kawasan itu bisa saja direalisasikan,’’ tegasnya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, sebelumnya mengatakan akan menyiapkan beberapa titik parkir alternatif untuk mengatasi kemacetan di sentra oleh-oleh di Jalan Pandanaran. Kawasan Pandanaran nantinya tidak boleh untuk parkir, karena dipindah ke titik-titik parkir alternatif. Kemudian disediakan shuttle bus untuk mengantar para pengunjung ke pusat oleh-oleh dan kembali lagi ke tempat parkir.

Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, mengatakan ada sejumlah titik parkir alternatif yang dipikirkan, yang sedang dibahas yaitu Museum Mandala Bhakti. Ini tidak jauh dari Pandanaran, namun perlu persetujuan dari Kodam IV/Diponegoro yang memiliki aset tersebut.
‘’Kalau sudah ada nota kesepahaman (MoU) dengan Kodam, kita sampaikan ke publik. Kalau disetujui, nantinya yang mau beli oleh-oleh disediakan parkir di museum,’’ katanya.

Saat ini komunikasi dengan pihak Kodam masih terus dilakukan. Belum ada titik temu bagaimana bentuk kerjasamanya, dan masih dibicarakan hak dan kewajibannya. (MS-13)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link