Home > METRO BERITA > Telusuri Korupsi Pendidikan, Warga Semarang Diminta ‘J494’ Sekolah

Telusuri Korupsi Pendidikan, Warga Semarang Diminta ‘J494’ Sekolah

METROSEMARANG.COM – Tingginya kasus korupsi di sektor pendidikan, membuat pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membuat gebrakan. Kali ini, lembaga antirasuah memperkenalkan aplikasi mobile ‘JA9A’, dengan melibatkan peran aktif masyarakat di tiap daerah.

Persentase aplikasi 'J4G4' di Hotel Ibis Semarang, Kamis (11/8). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Persentase aplikasi ‘J494’ di Hotel Ibis Semarang, Kamis (11/8). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Di Semarang, lembaga pimpinan Agus Rahardjo itu menunjukan apa yang dimaksud aplikasi ‘JA9A’ tersebut, di hadapan Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu di Ibis Jalan Gajahmada, Kamis (11/8) siang.

“Ini merupakan aplikasi untuk mendorong masyarakat melakukan transparansi tata kelola pemerintahan daerah di Indonesia. Warga Semarang pun bisa terlibat aktif di aplikasi ‘JA9A’,” tegas Harry Budiarto, Deputy Informasi dan Data KPK.

Aplikasi ‘JA9A’ yang telah diresmikan pimpinan KPK pada 25 Juli itu, kini bisa didownload di handphone. Aplikasi ‘JA9A’ dibentuk sesuai UU Nomor 23 Tahun 2003 soal sistem pendidikan nasional.

Ia ingin menciptakan transparansi publik sekaligus menumbuhkan kesadaran transparansi di bidang pendidikan dan kesehatan masyarakat.

Terlebih lagi, berdasarkan lacak kasus yang dilakukan KPK, saat ini terdapat sebanyak 425 kasus korupsi pendidikan di Indoensia selama 2006-2015. “Kerugian negara yang diderita kini mencapai Rp 1,3 triliyun,” kata Harry.

Tak hanya itu saja, kata Harry, kasus korupsi kesehatan yang terungkap selama 2001-2013 kemarin sebanyak 122 kali dengan kerugian negara sampai Rp 594 miliar.

Padahal, menurutnya, kenentuan alokasi APBN di bidang pendidikan hanya 20 persen atau senilai Rp 424,6 triliyun dan 5 persen di sektor kesehatan atau setara Rp 106,1 triliyun.

“Untuk nilai transfer daerahnya mencapai Rp 275 triliun di bidang pendidikan dan Rp 22 triliun di bidang kesehatan. Makanya, kami luncurkan aplikasi ini untuk mengakses pelaporan di tiap daerah,” katanya.

Di aplikasi ‘JA9A’, terdapat forum komunitas masyarakat serta keluhan soal pendidikan. Aplikasi ini juga terkoneksi dengan medsos dan media ekspresi sekolah mulai OSIS, guru dan wali murid.

“Di dalamnya ada kanal Jaga Sekolah untuk bidang pendidikan lalu ada Jaga Rumah Sakit dan instansi di bawahnya,” bebernya. (far)