Home > METRO BERITA > METRO GAYA > Teman Anda Ingin Bunuh Diri? Ini Gelagatnya!

Teman Anda Ingin Bunuh Diri? Ini Gelagatnya!

ilustrasi
ilustrasi

 

Kematian Robin Williams, aktor Hollywood yang populer karena kepiawaiannya dalam berperan, menghenyakkan seluruh dunia. Tak ada yang menyangka, sang aktor peraih piala Oscar itu memilih mengakhiri perjalanan hidupnya dengan bunuh diri.

Tak hanya Robin Williams, musisi Amy Winehouse, Kurt Cobain dan Jimi Hendrix pun memilih mengakhiri hidup masing-masing dengan bunuh diri ketimbang melanjutkan kesuksesan yang telah diraih.

Di Indonesia, bunuh diri juga menjadi salah satu penyebab kematian yang banyak terjadi setelah kecelakaan lalu lintas. Menurut laporan World Health Organization (WHO) pada tahun 2010, sebagaimana diberitakan di Intisari Online, dalam sepekan sebanyak 75 penduduk Indonesia meninggal karena bunuh diri. Pelaku bunuh diri paling banyak berusia 15-44 tahun.

Depresi bisa jadi salah satu alasan penyebab seseorang memilih bunuh diri. Dan hal ini bisa terjadi pada siapa saja, termasuk kekasih, sahabat, saudara, orang tua, bahkan kita sendiri.

Pencegahan bunuh diri relatif sulit dilakukan. Namun kita dapat mengenali tanda-tanda seseorang akan bunuh diri, yakni sebagai berikut :

1. Sering mengeluarkan ucapan tentang bunuh diri. Misal, “Aku ingin mengakhiri hidup ini”, “Aku berharap tidak pernah dilahirkan”, dll.

2. Menarik diri dari pergaulan.

3. Mulai membeli alat-alat yang bisa dipakai untuk bunuh diri.

4. Sangat tertarik terhadap kematian.

5. Putus asa terhadap situasi dan kondisi.

6. Mengubah kebiasaan rutinnya.

7. Mengucapkan salam perpisahaan terhadap beberapa orang yang dikenalnya.

8. Karakternya berubah drastis.

9. Tertarik untuk mengonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang.

10. Tampak berusaha membereskan sesuatu, misal utang-piutang, rumah, pekerjaan.

Ciri-ciri di atas memang tidak mutlak mengindikasikan bahwa seseorang pasti akan bunuh diri. Namun, jika teman dekat kita menunjukkan tanda-tanda tersebut, sebaiknya kita waspada. Sebab, orang tersebut sedang dalam kondisi kejiwaan yang mengkhawatirkan dan berpotensi mengakhiri hidup.

Sebisa mungkin, ajaklah dia berkomunikasi dari hati ke hati lalu temuilah psikolog. Atau, mintalah bantuan pastor, pendeta atau ustad agar memberi pencerahan spiritual pada sahabat kita. Jangan tunggu sampai terlambat. (Ren)