Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Tembakau Temanggung Diklaim Cina, Petani Wadul ke Gubernur Ganjar

Tembakau Temanggung Diklaim Cina, Petani Wadul ke Gubernur Ganjar

METROSEMARANG.COM – Sejumlah petani tembakau asal Temanggung mendesak Gubernur Jateng Ganjar Pranowo segera menyelamatkan hasil komoditas mereka agar tidak dicaplok negara lain. Sebab, mereka menemukan benih tembakau khas Temanggung kini telah ditanam di Cina.

Gubernur Ganjar Pranowo saat menghadiri Gebyar Tanam Tembakau 2016 di Desa Mranggel Kulon, Kecamatan Bansari, Temanggung, Selasa (3/5).‎ Foto: metrosemarang.com/dok
Gubernur Ganjar Pranowo saat menghadiri Gebyar Tanam Tembakau 2016 di Desa Mranggel Kulon, Kecamatan Bansari, Temanggung, Selasa (3/5).‎ Foto: metrosemarang.com/dok

“Pemerintah harus bertindak tegas menyelamatkan tembakau lokal, karena jika terlambat, maka tembakau hanya jadi legenda diatas tanahnya sendiri,” kata N. Wisnu Brata, Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Tembakau Indonesia (APTI) Jateng, usai bertemu Ganjar di Kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang, Kamis (25/8).

Ia menyatakan,klaim Cina atas tembakau Temanggung jelas merupakan ancaman bangsa asing yang harus ditindak tegas. Terlebih lagi, saat ini banyak LSM asing yang berusaha menekan Presiden Jokowi untuk menaikkan harga jual rokok dalam negeri.

“Isu ini kan cuma akal-akalan LSM-LSM yang didanai Bloomberg Initiative, lembaga farmasi dari Amerika Serikat untuk menekan konsumsi rokok di Indonesia. Kalau sampai itu berhasil, tentunya yang akan dirugikan petani kita,” ungkapnya.

“Oleh karenanya, kami ke sini demi
menyuarakan suara kami ke pemerintah pusat. Kami tidak setuju harga rokok dinaikan. Sebab, produksi kami sedang menurun,” sambungnya.

Sementara itu, Gubernur Ganjar Pranowo terkejut tatkala mendapati fakta bila tembakau Temanggung telah beralih tangan ke Cina. Padahal, Temanggung selama ini dikenal sebagai sentra produksi tembakau nasional.

Walaupun dari penelitian tembakau banyak merugikan kesehatan, menurutnya manfaatnya tetap ada bagi kemanusiaan.

“Oleh sebab itu, nanti yang perlu diatur penggunaannya. Siapa yang boleh merokok dan tidak. Kalau perlu kita bikin tempat riset tembakau, supaya tembakau asli Indonesia tidak mati,” tegasnya. (far)