Home > METRO BERITA > Tempat Relokasi di Depan Pasar Waru Selesai Satu Bulan

Tempat Relokasi di Depan Pasar Waru Selesai Satu Bulan

METROSEMARANG.COM – Dinas Pasar Kota Semarang melakukan sosialisasi tempat relokasi kepada pedagang korban kebakaran Pasar Waru di sebelah lokasi kebakaran, Senin (21/11). Ditegaskan relokasi akan dilakukan di jalan depan pasar dan dilaksanakan setelah pembangunan lapak sementara selesai dalam satu bulan.

Pedagang yang menjadi korban kebakaran Pasar Waru mulai berjualan di Jalan Sawah Besar, Senin (21/11). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh
Pedagang yang menjadi korban kebakaran Pasar Waru mulai berjualan di Jalan Sawah Besar, Senin (21/11). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Dalam sosialisasi itu, para pedagang menyampaikan beberapa harapannya agar bisa kembali berjualan. Namun di tempat yang aman dan nyaman dari banjir dan rob. Salah satu pedagang sembako, Evi mengatakan, jalan di depan pasar agar bisa ditinggikan dulu.

”Jalan depan pasar itu harus ditinggikan kalau buat relokasi supaya tidak kebanjiran. Juga dibuatkan tenda supaya tidak kehujanan dan kepanasan,” katanya.

Jika jalan terjadi banjir, dia mengaku akan kesulitan menyelamatkan dagangannya. Dia juga berharap keamanan pasar ditingkatkan, supaya tidak kembali terjadi kebakaran. ”Masa dalam 5 tahun sudah dua kali kebakaran (sebelumnya tahun 2011, red),” imbuhnya.

Pengurus Paguyuban Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Pasar Waru, Bambang Darimo menambahkan, jika jalan terjadi banjir air harus disedot. Sebab di dekat pasar ada polder yang bisa digunakan untuk pembuangan. Selama ini polder itu tidak penuh meskipun ada hujan deras.

Dia juga meminta setelah lapak sementara dibangun penempatan pedagang tidak usah diundi. Langsung ditempatkan saja sesuai dengan kondisi sebelumnya di pasar sebelum terbakar. ”Selain itu usul pedagang yang tidak jadi korban kebakaran juga dibangunkan lapak,” katanya.

Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Tridjoto Sardjoko menegaskan, lapak sementara akan dibangun di jalan yang ada di depan pasar. Lapak akan dibangun mulai minggu ini dan diperkirakan akan selesai dalam tiga minggu atau satu bulan ke depan.

Lapak ini hanya akan diperuntukkan pedagang korban kebakaran karena menggunakan anggaran tanggap darurat. Kemudian pedagang akan menempati lapak sementara sampai pasar yang terbakar selesai dibangun lagi dimana sudah dianggarkan di tahun 2017.

”Kami akan membangun lapak sementara sesuai standar. Kalau  kekhawatiran terjadi banjir ya bisa meninggikan sendiri lapaknya. Untuk listrik, kami memang mengimbau agar tidak seenaknya membuat sambungan-sambungan di lapak sementara,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya juga kemungkinan bisa mengurangi nilai retribusi yang biasa dibayar oleh pedagang. Sebab luas lapak sementara pedagang di tempat relokasi mungkin lebih kecil atau berkurang, dibanding lapak di pasar yang terbakar. ”Syukur nanti bisa berkurang juga nilai retribusinya, saya akan lihat perdanya,” katanya.

Sosialisasi tempat relokasi ini diikuti oleh ratusan pedagang korban kebakaran yang sebagian tidak bisa lagi berjualan. Saat ini sebagian pedagang mulai menggelar dagangan di Jalan Sawah Besar. (duh)