Tentang M113, Tank Legendaris yang Kecelakaan di Purworejo

METROSEMARANG.COM – Tank Batalyon Infanteri 412/Bharata Eka Sakti Purworejo mengalami kecelakaan saat menyusuri Sungai Bogowonto, Sabtu (10/3) pagi dan menewaskan seorang prajurit serta satu guru PAUD. Kendaraan lapis baja tersebut berjenis M113, tank legendaris yang dijuluki green dragon dalam Perang Vietnam.

Tank M113 dikenal tangguh di segala medan. Foto: dok Wikipedia

M113 adalah kendaraan pengangkut pasukan (APC= Armored Personel Carrier) yang dibuat Amerika dan didesain untuk wilayah tropis. Selanjutnya, Belgia memproduksi kendaraan itu dengan lisensi dari Negeri Paman Sam.

Dihimpun dari berbagai sumber, banyak negara yang sudah menggunakan kendaraan lapis baja beroda rantai itu. M113 sudah teruji ketangguhannya. Selain pengangkut personel, kendaraan itu bisa membuka belukar di hutan untuk dijadikan jalan.

M113 masih digunakan sebagai peran pendukung seperti ambulans, pembawa mortir, kendaraan montir, maupun kendaraan komando. Regu Brigade Berat Amerika Serikat hingga kini dilengkapi dengan 6.000 M113 dan 4.000 Bradley.

Ketangguhan M113 memunculkan banyak sekali jenis adaptasi dari basisnya yang terus hidup di berbagai belahan dunia dan di Amerika Serikat. Varian-varian ini apabila ditotal semuanya, mewakilkan sekitar setengah dari jumlah kendaraan A.D. Amerika saat ini.

Hingga kini, diperkirakan ada lebih dari 80.000 M113 berbagai jenis yang telah dibuat dan digunakan oleh lebih dari 50 negara di seluruh dunia, mengukuhkan statusnya sebagai salah satu kendaraan tempur berlapis baja paling banyak digunakan di dunia. Namun, AD Amerika berencana untuk memensiunkan seluruh keluarga kendaraan M113 pada tahun 2018.

Pada 2016, TNI AD memesan M113 dari Belgia untuk memperkuat alutsista. Pengadaan M113 diperkirakan akan selesai pada 2019 nanti.

Diberitakan sebelumnya, sebuah tank milik satuan Yonif 412/BES terbalik tatkala menggelar kegiatan menyusuri Kali Bogowonto di Kabupaten Purworejo. Informasi yang dihimpun metrosemarang.com menyebut kecelakaan itu terjadi Sabtu (10/3) pukul 10.00 WIB.

Saat itu, prajurit Yonif 412 menggelar susur sungai bersama anak-anak PAUD dan TK Sindurjan, Kecamatan Purworejo. Kebetulan lokasinya berada di belakang Markas Yonmek 412/BES.

Akibat kejadian itu, Pratu Randi Suryadi, seoramg prajurit Yonif meninggal dunia saat dibawa ke RSU Dr Tjitro Wardoyo. Korban tewas dari pihak sipil bernama Iswandari. Iswandari meninggal saat dirawat di RS Panti Waluyo.

Investigasi kasus ini sedang dilakukan Tim Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Dugaan sementara, kecelakaan terjadi diakibatkan kondisi tanah berpasir sehingga ambles saat dilalui kendaraan tempur. (*)