Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Terancam Ditutup, Karyawan RSI Yarsis Minta Bantuan ke Ganjar

Terancam Ditutup, Karyawan RSI Yarsis Minta Bantuan ke Ganjar

METROSEMARANG.COM – Ratusan pegawai Rumah Sakit Islam (RSI) Yarsis Surakarta menggeruduk kantor Gubernur Ganjar Pranowo di Jalan Pahlawan Semarang untuk meminta sang gubernur segera turun tangan ikut menyelesaikan krisis pelayanan yang terjadi di rumah sakitnya.

Aksi karyawan RSI Yarsis di depan kantor Gubernur Ganjar, Senin (17/10). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Aksi karyawan RSI Yarsis di depan kantor Gubernur Ganjar, Senin (17/10). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Aksi unjuk rasa para pegawai RSI Yarsis itu mula-mula dilakukan dengan long march dari Taman KB menuju depan kantor gubernur, Senin (17/10), pukul 09.30 WIB pagi tadi.

Mereka membawa berbagai spanduk untuk menuntut Gubernur Ganjar secepatnya mengatasi polemik panjang yang terjadi di RSI Yarsis. Seorang perawat RSI Yarsis saat berunjuk rasa mengaku lelah dengan krisis pelayanan yang terjadi selama ini.

Apalagi, menurut perawat itu, banyak dokter yang tak bisa lagi melayani pasien karena izin prakteknya tak diperpanjang. “Kalau seperti ini dibiarkan berlarut-larut bagaimana dengan masa depan kita di Yarsis,” kata perawat yang menolak dikutip namanya itu.

Dalam aksinya, ia juga memaparkan bahwa krisis pelayanan kini memicu penghentian pemberian BPJS Kesehatan bagi para pasien. Lalu, pasokan obat generik pun disetop hingga yang terparah para pasien memilih pergi mencari rumah sakit lainnnya yang lebih memadai.

Pegawai RSI Yarsis kini dibayangi kehilangan pekerjaan akibat kasus tersebut. Padahal, RSI Yarsis semula berdiri diatas lahan wakaf milik masyarakat Muslim setempat sejak 1970 silam.

Kondisi ini menurut beberapa karyawan lainnya, sangat ironis mengingat hakim PTUN Semarang per 31 Mei 2016 kemarin telah mengabulkan izin operasional bagi rumah sakitnya.

Hingga berita ini diturunkan, perwakilan RSI Yarsis sedang berdialog dengan perwakilan Gubernur Ganjar. (far)