Home > METRO BERITA > Terbelit Utang, Kakek Dua Cucu Nekat Jualan Sabu

Terbelit Utang, Kakek Dua Cucu Nekat Jualan Sabu

METROSEMARANG.COM – Tersangka pengedar narkoba jenis sabu yang dibekuk Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polrestabes Semarang, Heri Yulianto (47) warga Semarang Tengah mengaku terpaksa jualan sabu lantaran terlilit utang.

Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

Pria dua cucu tersebut mengaku kulakan sabu dari seorang pria bernama Roni. Setiap kali transaksi ia langsung bertemu dengan Roni di depan Stadion Diponegoro Semarang.

“Saya transaksi langsung ketemu di Stadion Diponegoro, caranya langsung bayar atau pakai DP (uang muka) dulu,” kata Heri yang menyimpan 45 paket sabu seberat 8 gram, Selasa (16/8).

Tersangka lain Dodon Pangestu (35) warga Sendangguwo, Tembalang mendapat barang haram tersebut dari seorang napi di Lapas Kedungpane. Selain sebagai pengedar, dia mengaku sudah ketagihan memakai sabu.

“Saya dikenalin sama teman, dia yang kontak saya. Sudah empat bulan jualan sabu, kalau transaksi ambil di Sampangan nanti bayarnya ditransfer,” kata Dodon.

Kasat Resnarkoba AKBP Sidik Hanafi mengatakan, pihaknya mengalami kesulitan untuk mengungkap jaringan sabu yang dikendalikan dari lapas Kedungpane. Hal itu karena napi yang dimaksud memakai nama samaran.

“Susahnya mereka pakai nama samaran, jadi di sana tidak ada yang ngaku, sehingga di dalam sudah tahu (kalau ada pemeriksaan) barangnya dihilangkan, hp-nya diambil dulu. Di kedungpane atas nama Jepang, transferannya baru kita telesuri,” kata dia.

Dari kedua tersangka tersebut diamankan barang bukti total sabu 14,5 gram, handphone, timbangan digital, dan uang tunai Rp 2 juta. (din)