Home > Berita Pilihan > Terbukti Pungli, Tiga Oknum BLH Semarang Terancam Dipecat

Terbukti Pungli, Tiga Oknum BLH Semarang Terancam Dipecat

METROSEMARANG.COM – Setelah menstafkan seorang pegawai kelurahan dan sebuah dinas karena melakukan pungutan liar (pungli), Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi kini membidik tiga orang lagi di Badan Lingkungan Hidup (BLH). Ketiganya terancam sanksi berat hingga pemecatan.

Ilustrasi
Ilustrasi

Tiga pegawai itu dilaporkan masyarakat melakukan pungli Rp 2,5 juta terkait perpanjangan izin SPPL (Surat Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan) di Komisi Amdal. Wali kota langsung melakukan kroscek dan klarifikasi kepada ketiganya yang mengakui bahwa memang telah menarik pungutan. Mereka beralasan pungli itu untuk menunjang operasional.

“Alasan menunjang operasional itu jelas keliru, tidak ada payung hukumnya. Biaya operasional pegawai sudah diatur dalam APBD, dilarang menerima ataupun meminta dari pihak lain di luar anggaran negara. Keputusannya jelas akan kami tindak,” katanya, Jumat (4/11).

Hendi-sapaan akrabnya, telah menginstruksikan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Inspektorat untuk mengkaji sanksi yang akan diberikan kepada ketiga pegawai. Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010, sanksinya bisa penurunan pangkat, dilepas jabatannya hingga diposisikan sebagai staf biasa.

Pihaknya akan melihat track record ketiganya di mana jika baru sekali melakukan maka tindakannya hanya diberikan pembinaan. Seperti mungkin penurunan pangkat, pelepasan jabatan atau distafkan. Tapi jika sudah lama melakukan maka terancam diberhentikan. Keputusannya akan dikeluarkan pada hari Senin (7/11) pekan depan.

Sementara itu Kepala BLH Kota Semarang Gunawan Saptogiri menyatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus yang dilakukan para pegawainya ini kepada Inspektorat. (duh)