Home > METRO BERITA > Terduga Teroris di Semarang Pernah Diusir Warga Keluar Musala

Terduga Teroris di Semarang Pernah Diusir Warga Keluar Musala

METROSEMARANG.COM – Terduga teroris asal Semarang, Riski Rahmat (22) ternyata dikenal sering melakukan tindakan yang cukup radikal. Menurut warga di sekitar rumahnya, Riski sering melakukan tindakan-tindakan yang bisa dibilang nyeleneh. Bahkan Riski pernah diusir keluar musala lantaran melakukan salat dengan cara dan kiblat yang berbeda.

Riski, salah satu terduga teroris yang tewas ditembak mati di Tuban. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

“Kakinya kalau salat mlengkangnya lebar. Pernah diusir keluar musala, berkali-kali diingatkan kiblatnya berbeda agak serong sedikit,” kata tetangga Riski, Hendri prasetyo (35), Senin (10/4).

Dikatakan Hendri, Riski juga pernah memasang bendera hitam yang diduga bendera pergerakan ISIS. Namun setelah ditegur bendera tersebut langsung dicopot.

Sementara, ibunda Riski, Mutiah(50) mengaku masih belum percaya putra keduanya terlibat jaringan teroris. Semenjak kepergian kakaknya, Riski memang berubah 180 derajat. Ia mulai rajin salat dan mempelajari buku-buku peninggalan sang kakak.

“Rambutnya jadi gondrong dan berjenggot. Kalau ditegur pasti jawabnya ‘ini sunah rosul buk’,” kata Mutiah.

Riski tewas dalam baku tembak dengan polisi di Desa Siwalan, Jenu, Kabupaten Tuban pada Sabtu (8/4) siang. Semula dia teridentifikasi atas nama Adi Handoko warga Batang yang belakangan diketahui sudah meninggal tahun lalu.

Selain Riski, masih ada satu lagi warga Semarang yang ditembak mati di Tuban, yakni Satria Aditama warga Karonsih Ngaliyan.

Merekadiduga merupakan anggota Jamaah Ansaru Daulah (JAD). Kelompok ini menembaki petugas Polantas di Jenu Kabupaten Tuban dari dalam mobil Daihatsu Terios putih H 9037 BZ. (yas)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link