Home > METRO BERITA > Tergusur Tol Semarang-Batang, Dua SD di Ngaliyan Dipastikan Direlokasi

Tergusur Tol Semarang-Batang, Dua SD di Ngaliyan Dipastikan Direlokasi

METROSEMARANG.COM – Dua Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang dipastikan akan direlokasi karena terancam tergusur proyek jalan tol Semarang-Batang, tapi tempat relokasinya masih belum jelas. Dua sekolah itu yaitu SDN Ngaliyan 2 dan SDN Tambakaji 3. Relokasi sudah disepakati antara pemerintah pusat dan daerah serta ganti rugi akan dimasukkan ke dalam kas daerah Kota Semarang.

SD Tambakaji 03 salah satu sekolah yang terdampak proyek tol Semarang-Batang. Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri
SD Tambakaji 03 salah satu sekolah yang terdampak proyek tol Semarang-Batang. Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Anang Budi Utomo mengatakan, untuk SDN Tambakaji 3 calon lokasi relokasi kemungkinan menggunakan lahan eks bengkok kelurahan sehingga rencana relokasi tidak masalah. Lokasinya tidak jauh dari sekolah awalnya dan akses jalan masuknya juga sangat mudah.

Yang menjadi masalah relokasi untuk SDN Ngaliyan 2, meski sebenarnya sudah ada calon tempat relokasi tapi masih belum disetujui masyarakat khusus orang tua murid. “Masyarakat masih belum puas. Karena pertama dekat dengan sungai dan jalan akses masuknya masih sempit. Sehingga masih kita cari jalan keluar yang terbaik,” kata Anang Budi Utomo, Rabu (2/11).

Menurutnya, masyarakat untuk relokasi dua SD ini tuntutannya yang penting lokasinya tidak jauh dari sekolah asal dan sekolah yang ada tidak digusur sebelum sekolah yang baru dibangun.

Untuk relokasi SDN Ngaliyan 2, calon lokasi relokasi memang berada dekat dengan sekolah saat ini. Tapi warga tidak menyetujui karena berada di tepi sungai dan jalan akses masuknya dinilai cukup sempit.

“Kita akan tinjauan lapangan ke lokasi untuk mencari jalan ke luar. Karena harapannya relokasi sudah bisa dianggarkan di anggaran murni 2017,” katanya.

Sementara kebutuhan anggaran relokasi masih belum diketahui karena besarannya akan tergantung lokasinya, misalnya harus mengurug atau lainnya. Tapi jelasnya pembangunan sekolah nanti akan mengunakan standar unit sekolah baru (USB) dari kementerian. (duh)