Home > METRO BERITA > Tergusur Tol Semarang-Batang, SDN Ngaliyan 2 Kehilangan 80 Siswanya

Tergusur Tol Semarang-Batang, SDN Ngaliyan 2 Kehilangan 80 Siswanya

METROSEMARANG.COM – Sekolah Dasar Negeri Ngaliyan 2 di Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, salah satu bangunan yang tergusur proyek jalan tol Semarang-Batang. Tapi tidak hanya tergusur, sekolah di Jalan Honggowongso Ngaliyan ini juga kehilangan puluhan muridnya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo, bersama anggota komisi D lainnya dan perwakilan pemkot saat meninjau SDN Ngaliyan 2, Senin (7/11). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh
Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo, bersama anggota komisi D lainnya dan perwakilan pemkot saat meninjau SDN Ngaliyan 2, Senin (7/11). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Sekolah ini sudah mendapat ganti rugi sebesar Rp 7,4 miliar. Sekolah seluas sekitar 1.400 m2 ini belum jelas akan direlokasi dimana. Meskipun sudah ada dua alternatif salah satunya membeli lahan warga yang berjak sekitar 50 meter dari sekolah.

Kepala SD Negeri Ngaliyan 2 Mardiyati mengatakan, proyek jalan tol tak hanya menggusur sekolahnya. Tapi permukiman warga di sekitarnya, yang sebagian merupakan rumah orang tua siswa, ikut tergusur.

‘’Orang tuanya karena tergusur rumahnya pindah, ada yang ke Kecamatan Mijen. Otomatis anaknya yang merupakan siswa kami terpaksa ikut pindah sekolah,’’ kata Mardiyati, saat menerima kunjungan Komisi D DPRD Kota Semarang, Senin (7/11).

Tercatat sudah ada 80 dari 230 siswa dari 6 kelas di sekolahnya yang mengajukan pindah sekolah. Misalnya di kelas satu dari 40 siswa sudah ada 13 yang akan pindah. Pihaknya tidak dapat berbuat banyak untuk mencegahnya. ‘’Bahkan dua guru kami juga rumahnya ikut tergusur,’’ ujarnya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo mengatakan, sekolah yang terkena gusuran akibat proyek tol Semarang-Batang diharapkan tenang. Semua guru dan para siswanya tidak usah panik, karena dewan bersama Pemkot Semarang pasti akan mengawal aset pemkot yang kena proyek pemerintah pusat ini.

‘’Lebih baik kita fokus memastikan dimana lokasi relokasinya. Pertimbangan utamanya tidak jauh dari sekolah semula dan aksesnya mudah. Proses ganti rugi dan pembangunan sekolah baru di tempat relokasi pasti pemkot dan dewan akan mengawal,’’ katanya. (duh)