Home > METRO BERITA > METRO KAMPUS > Terima Upakarti Artheswara, Menkeu Sri Mulyani Soroti Anggaran Pendidikan

Terima Upakarti Artheswara, Menkeu Sri Mulyani Soroti Anggaran Pendidikan

METROSEMARANG.COM – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hari ini, Kamis (30/3), secara resmi menerima penganugerahan bidang konservasi dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) atas jasanya melakukan reformasi birokrasi sehingga mampu membawa perubahan positif bagi bangsa Indonesia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani resmi menerima penganugerahan bidang konservasi dari Universitas Negeri Semarang (Unnes). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Pemberian penghargaan Upakarti Artheswara Adhikarana diserahkan langsung oleh Rektor Unnes Prof Faturahman kepada Sri Mulyani di hadapan ribuan mahasiswa dan tamu undangan yang memadati Auditorium Kampus Unnes Sekaran Gunungpati, sejak pukul 10.00 WIB.

Sri Mulyani tampak berkaca-kaca tatkala memberikan sambutan di atas mimbar kampus. Ia mengatakan apa yang telah diraihnya hingga saat ini tak lepas dari peran kedua orangtuanya yang memberinya arahan termasuk saat mejabat sebagai menteri keuangan dalam Kabinet Kerja.

“Kedua orangtua saya, Profesor Satmoko dan Retno Sriningsih punya andil menjadikan saya sampai seperti saat ini. Berkat beliau, saya jadi paham betul seperti apa kesulitan yang dihadapi para guru di Indonesia,” katanya dengan suara bergetar.

Ia menyoroti anggaran pendidikan yang telah mencapai 20 persen dari total pagu APBN, namun penggunaannya hingga kini belum maksimal. Padahal, menurutnya dengan kondisi yang sama rangking Vietnam di bidang pendidikan justru terus terkerek naik di peringkat Asia Tenggara.

“Saya bahkan mempertanyakan mengapa dunia pendidikan kita masih banyak yang kurang maksimal. Saya mendapati masih ada sekolah-sekolah tingkat dasar yang rusak. Dari 20 persen anggaran pendidikan itu, 65 persen di antaranya rutin dibelanjakan melalui pemerintah daerah,” ungkapnya yang merujuk pada data statistik Kemendikbud.

Dana dari pusat tersebut, lanjutnya, dapat digunakan untuk pembiayaan guru, sertifikasi, infrastruktur, dan bangunan. Dengan kondisi tersebut, ia menyatakan selama ini kualitas pendidikan bergantung pada pemerintah daerah dalam menyelenggarakan sekolah dari SD hingga SMA.

“Namun baiknya pemberian dana tersebut dikaitkan dengan prestasi dan kinerja, nanti coba saya komunikasikan dengan Menteri Pendidikan dan Menristek Dikti,” lanjutnya.

Menariknya, orasi Sri Mulyani dihadapan ribuan mahasiswa Unnes sempat menyita perhatian karena mantan Direktur World Bank itu nyaris terpeleset dari podium. Untungnya, ia mampu menahan keseimbangan tubuhnya sehingga orasi ilmiahnya masih bisa dilanjutkan.

“Mungkin karena saya bicara panjang soal guru jadi bapak dan ibu saya datang kemari,” katanya saat mengomentari insiden tersebut. Seperti diketahui kedua orangtuanya telah wafat beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Rektor Unnes Prof Faturahman menyatakan anugerah konservasi sebagai bentuk apresiasi dari lembaganya agar nilai-nilai konservasi yang dilakukan tokoh-tokoh tersebut dapat diteladani geberasi muda.

Unnes sebagai universitas konservasi memiliki tiga pilar, yaitu konservasi budaya, konservasi nilai dan karakter, dan konservasi lingkungan hidup.

Selain Sri Mulyani, penghargaan konservasi di bidang pluralisme (Upakarti Reksa Bhinneka Adhikarana) kepada uama kharismatik Habib Luthfi Bin Yahya karena mampu menjaga NKRI yang mengusung konsep Bhinneka Tunggal Ika.

Mantan jawara All England juga Christian Hadinata menerima Upakarti Krida Adhikarana, sementara mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim mendapat penganugerahan Upakarti Mandala Bumi Adisajjana dan dalang nyentrik sekaligus Bupati Tegal Ki Enthus Susmono mendapat Upakarti Reksa Manggala Budaya. (far)