Home > METRO BERITA > Terlibat Narkoba, Napi Cantik asal Iran Dapat Remisi Lima Bulan

Terlibat Narkoba, Napi Cantik asal Iran Dapat Remisi Lima Bulan

METROSEMARANG.COM – Mariam Babai, narapidana wanita yang mendekam di Lapas Klas II A Semarang tepat di Hari Kemerdekaan ke-71 Indonesia, Rabu (17/8), mendapat remisi lima bulan sekaligus dari Kemenkumham.

Miriam menerima remisi secara simbolis yang diserahkan Gubernur Ganjar Pranowo, Rabu (17/8). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Mariam menerima remisi secara simbolis yang diserahkan Gubernur Ganjar Pranowo, Rabu (17/8). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Saat menerima remisi secara simbolis yang diserahkan oleh Gubernur Ganjar Pranowo, Mariam, sapaan intimnya terlihat tak bisa menyembunyikan kegembiraannya.

“Senang rasanya dapat remisi lagi dari pemerintah. Saya enggak sabar mau pulang ke Iran karena tinggal setahun lagi saya bebas,” kata Mariam kepada¬†metrosemarang.com.

Mariam merupakan narapidana yang diganjar hukuman 10 tahun lantaran terlibat perdagangan obat-obatan terlarang di Indonesia. Ia lalu mendekam di Lapas Tangerang selama tiga tahun kemudian menempati Lapas Klas II A Wanita Semarang selama tujuh tahun.

Ia mengaku bahagia mendapat remisi lima bulan pada hari ini. Selama hidup dibalik jeruji besi, ia kerap menepis rasa bosannya dengan mengikuti keterampilan salon bersama teman-temannya.

“Kebetulan sebelum dipenjara, saya juga kerja nyalon di Iran,” akunya.

Keluarga Mariam kini tinggal di Teheran. Ia pun akan balik lagi ke sana begitu menghirup udara bebas, setahun lagi.

Sementara itu, Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan dengan memberikan remisi bagi narapidana di lapas-lapas, ia menegaskan akan terus memerangi peredaran narkoba di semua lini kehidupan.

“Tentunya bagaimana kita harus terus mencegahnya karena banyak orang telah terjerat narkoba. Saya tidak ingin lagi melihat hubungan keluarga dan bangsa hancur karena peredaran barang haram tersebut,” ungkapnya.

Ia pun mengingatkan bahwa narkoba tak akan bisa membuat seseorang sukses menatap masa depannya. Karena itulah, ia meminta kepada Kemenkumham mereformasi jajarannya.

“Pembenahan internal lapas pasti dilakukan secara akuntabel profesiobal salah satunya lapas harus bebas dari handphone. Ini penting agar kita punya harga diri sebagai penegak hukum. Kalau tidak, maka bangsa ini berada di jurang kehancuran,” terangnya. (far)