Home > Berita Pilihan > Tertimbun Longsor Hampir Dua Jam, Bayi 8 Bulan Ditemukan Selamat

Tertimbun Longsor Hampir Dua Jam, Bayi 8 Bulan Ditemukan Selamat

METROSEMARANG.COM – Seorang bayi berusia 8 bulan ditemukan selamat setelah tertimbun longsoran tanah hampir dua jam. Hayu, nama bayi malang tersebut merupakan anak pasangan Solikin dan Susilowati yang menjadi korban bencana tanah longsor, di Kampung Genuksari Atas RT 02/RW IX, Kelurahan Tegalsari Candisari, Semarang.

Korban longsor di Kampung Genuksari Kelurahan Tegalsari. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Peristiwa memilukan tersebut bermula pada Senin (13/2) malam kemarin. Saat itu, Susilowati tengah tertidur pulas bersama suami dan putra kesayangannya tersebut di kamarnya pukul 20.00 WIB. Kebetulan kamarnya berada tepat di bawah talud setinggi 15 meter.

Namun, tanpa diduga di tengah hujan lebat tiba-tiba gemuruh suara tanah longsor terdengar lamat-lamat dari balik tembok kamarnya. Hanya hitungan jam, talud langsung ambrol hingga menimpa atap kamarnya.

“Lagi tertidur pulas, tahu-tahu kena kusen dan kayu dari atas. Seluruh tubuh tertutup tanah, tapi di saat saya sulit membuka mata ternyata terdengar suara Hayu sedang menangis, dia selamat dari longsor,” kata dia, di rumahnya, Selasa (14/2).

Susilowati yang tertimbun tanah sejak pukul 20.00 WIB akhirnya baru bisa dievakuasi warga setempat sekitar pukul 21.30 WIB. Saat diselamatkan oleh warga, ia hanya mengalami memar pada bagian pinggul dan kedua kakinya.

“Sampai sekarang enggak bisa digerakkan, mungkin syok habis kena kayu-kayu atap kamar,” sahut anggota Babinsa Koramil 05 Banyumanik, Serma Wantono yang menyelamatkan korban.

Sedangkan suami dan anak kesayangan korban juga terluka ringan lantaran terkena serpihan genteng. Untuk saat ini, Susilowati memilih beristirahat di rumahnya setelah sempat dibawa ke RS Roemani.

Bencana longsor tersebut bukanlah yang pertama. Sebab, peristiwa serupa juga pernah terjadi beberapa tahun terakhir. “Pertama kali longsornya di kamar sebelah timur. Dan yang sekarang di kamar korban,” ungkapnya.

Lebih jauh, Serma Wantono menyampaikan proses evakuasi korban butuh waktu lama lantaran kondisinya terjepit reruntuhan tanah dan kayu.

“Apalagi pintunya terkunci dari dalam, jadi butuh 1,5 jam buat menyelamatkan korban. Kita terpaksa mendongkel pintunya. Korban bersama anak dan suaminya ditemukan selamat,” jelasnya.

Ia menyatakan kondisi talut selebar 15 meter di Kampung Genuksari pasca longsor memang sangat labil. Saat ini, pemilik rumah sedang membersihkan puing-puing reruntuhan dibantu warga setempat. “Korban akan diungsikan jika terjadi longsor susulan,” tandasnya. (far)