Home > METRO BERITA > KULINER > The Heritage Coffee, Kafe Terminal Komunitas Semarang

The Heritage Coffee, Kafe Terminal Komunitas Semarang

image

ANAK muda Semarang jangan pernah mengaku sebagai pecinta kopi jika belum menjajal The Heritage Coffee (THC). Kafe mungil di Jalan Pleburan Tengah nomer 5 ini memiliki menu kopi khas yang tak ada duanya di Kota Atlas.

Dibuka sejak 1 April 2014 lalu, THC berkonsep jualan kopi berkualitas dengan harga warung. Menu spesial di sini adalah Kopi Priangan dan Aroma. Kopi khas Jawa Barat ini dijamin sulit ditemui di Semarang. Sebab bahan bakunya harus dibeli langsung di tokonya yang ada di Jalan Banceuy, Bandung.

Selain itu, ada aneka kopi Nusantara seperti Toraja, Aceh, dan Kopi Banaran. Kamu bisa memilih disajikan drip atau tubruk. Yang suka dingin, ada juga pilihan es kopi spesial atau es kopi item.

Oh mau ngajak gebetan yang tidak suka kopi? Tenang, THC menyediakan juga teh, jeruk, lemon tea, coklat, dan susu. Untuk makanan, tersedia aneka mie rebus dan goreng, serta sayap pedas, ayam crispy, kentang bolognaise, sandwich telur, dan roti bakar.

Kafe THC secara resmi buka dari pukul 16.00 hingga 22.00. Tapi patokan jam itu sulit diberlakukan. Sebab THC bagaikan terminal komunitas. Anak-anak Standup Comedy, Lopen, Jazzngisorringin, dan Rembugsocmed akan kamu jumpai di sana hampir setiap malam.

“Ya memang kami menyediakan tempat untuk komunitas. Tentu saja selama masih ada yang nongkrong ya gak bakal diusir lah,” kata Rahayu.

Oya, di THC kamu tidak hanya bisa ngopi dan ngobrol. Di sana disediakan buku dan majalah untuk dibaca serta papan tulis plus kapur untuk yang suka corat coret. Atau sekadar bernostalgia menikmati foto-foto jadul kota lama.

Kafe yang sekaligus basecamp Komunitas Oase ini juga menjadi etalase kaus produksi Oudestad dan Maxclo serta postcard unik dari seniman Semarang.(MS-08)

1 Komentar

  1. Wah ono bule nongkrong ik :)