Home > METRO BERITA > Tiga Pelaku Pembunuhan Dibekuk Setelah Buron 4 Bulan

Tiga Pelaku Pembunuhan Dibekuk Setelah Buron 4 Bulan

METROSEMARANG.COM – Jajaran Tim Reserse Mobile Polrestabes Semarang Berhasil bekuk tiga orang pelaku pembunuhan yang merupakan rekan mereka sendiri. Ketiganya yakni Arif Ariyanto alias Gundul (21), warga Kampung Jempono, Kecamatan Genuk, Mochamad Ridwan (19), warga Jalan Gangin Raya, Kelurahan Bangetayu Wetan, Kecamatan Genuk, dan Santoso (29), warga Jalan Gangin Sari V, Kelurahan Bangetayu Wetan, Kecamatan Genuk, Semarang. Sementara satu tersangka lain atasnama Yunuar alias Klowor (21) masih dalam pengejaran petugas.

Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

“Total pelaku ada empat orang, baru tertangkap tiga orang dan satu masih DPO. Antara pelaku dengan korban saling kenal, mereka adalah kawan,” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji, saat memberikan keterangan di Mapolrestabes Semarang, Kamis (12/10).

Pembunuhan tersebut bermula dari pesta miras yang dilakukan oleh para pelaku dan korban pada Jumat (23/6) lalu. Pesta tersebut awalnya dilakukan di rumah tersangka Yanuar di daerah Ngablak Pedurungan, Semarang. Setelah itu, empat pelaku bersama kedua korban berpindah lokasi ke daerah Muktiharko Kidul. Di lokasi itu keenamnya kembali menenggak miras hingga akhirnya terjadi percekcokan dan penganiayaan.

“Lalu pindah ke lokasi kejadian untuk minum lagi. Kemudian terjadi cekcok dan pengeroyokan. Para tersangka memukul kepala korban Agung. Korban Oki yang mau melerai justru ikut menjadi sasaran. Satu tersangka (Yanuar) mengeluarkan pisau, lalu ditusukkan di pipi Oki dan perut korban Agung. Tusukan di perut itu yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” papar Abi.

Abi melanjutkan, setelah ditusuk dibagian perutnya, Agung tersungkur dengan posisi tengkurap di atas genangan air. Melihat hal itu, tersangka Yanuar (DPO) dan Santoso pergi dari lokasi. Tubuh korban kemudian ditarik ke tempat kering oleh salah seorang tersangka. Setelah itu satu tersangka lain yakni Mochamad Ridwan memukul kepala bagian belakang korban Agung menggunakan helm.

“Setelah itu, empat tersangka ini lari ke luar Kota Semarang untuk menghindari kejaran polisi. Empat bulan mereka kabur, ada yang lari ke Kendal, Wonosobo, dan Banyuwangi Jawa Timur. Setelah merasa aman mereka kembali ke Semarang dan anggota kami langsung menyergapnya,” ungkap Abioso.

Sementara itu salah seorang tersangka, Arif Afriyanto mengaku tindakan tersebut dilakukan lantaran merasa kesal dan sakit hati dengan perkataan korban Agung. Korban Agung tersebut ikut minum bersama atas ajakan Oki. Namun saat minum bersama, korban rese dan mengejek Arif dan tiga tersangka lain.

“Orangnya rese waktu mabuk, perkataannya tidak enak. Ada yang tertawa saja tidak boleh. Terus ia nantang-nantang, katanya tidak takut sama warga sini,” tukasnya.

Atas kasus tersebut para tersangka dijerat denga pasal 170 ayat (1) dan ayat (2) tentang pengeroyokan bersama-sama hingga mengakibatkan orang meninggal dunia. Ancaman hukumannya 12 tahun penjara. (fen)