Home > METRO BERITA > Tiga Pengedar Sabu Jaringan Lapas Dibekuk BNN Jateng

Tiga Pengedar Sabu Jaringan Lapas Dibekuk BNN Jateng

METROSEMARANG.COM – Dua tersangka pengedar sabu asal Cilacap diamankan petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah. Keduanya berinisial RH (37) warga Jalan Veteran, Kelurahan Tambakrejo, Cilacap, dan ADY (38), warga Jalan Sutoyo, Sidakaya, Cilacap.

Petugas BNNP Jateng memperlihatkan barang bukti yang diamankan dari tangan para tersangka, Selasa (1/8). Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Mereka dibekuk petugas di Jalan Sadewa 7, Pendrikan, Semarang usai mengambil paketan sabu seberat 25 gram pada Kamis (20/7) lalu. Tak hanya itu, petugas juga mengamankan beberapa barang bukti berupa 4 buah handphone, sebuah timbangan kecil dan satu unit mobil Honda Brio.

“Saat ini sumber barang yang mereka dapatkan berasal dari mana sedang kami dalami. Belum bisa buka sekarang,” ujar Kepala BNNP Jateng, Brigadir Jenderal Tri Agus Heru saat gelar perkara di Kantor BNNP Jateng, Semarang, Selasa (1/8).

Dengan perkara yang sama, petugas juga mengamankan seorang tersangka perempuan yang juga diduga sebagai pengedar berinisial YAI (41). Ia ditangkap di depan sebuah agen travek di Jalan Sumodarsono, Blora, Jawa Tengah pada Jumat (28/7) lalu usai mengambil paketan berisi sabu seberat 25 gram yang dikirim melalui jasa travel. Selain sabu, dari tangan YAI petugas juga mengamankan barang bukti berupa satu unit handphone dan satu unit sepeda motor Yamaha Mio.

Tri Agus mengatakan, dari pengakuan tersangka YAI ia melakukan peredaran gelap tersebut atas perintah dari ayahnya yang mendekam di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pati. Ayahnya bernama Bambang Budianto alias Londo kemudian dibawa ke Semarang pada Sabtu (29/7) lalu untuk menjalani pemeriksaan.

Dari data BNNP Jateng, Bambang sudah melakukan kejahatan hingga berakhir dengan ganjaran mendekam di penjara sebanyak tiga kali dengan kasus yang sama. Pada 2004, yang bersangkutan divonis satu tahun, 2007 divonis dua tahun sembilan bulan, dan 2013 divonis delapan tahun. (fen)