Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Tiga Tentara Pengikut Dimas Kanjeng Diperiksa Kodam IV Diponegoro

Tiga Tentara Pengikut Dimas Kanjeng Diperiksa Kodam IV Diponegoro

METROSEMARANG.COM – Tiga tentara saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Makodam IV Diponegoro karena kedapatan menjadi pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Jaswandi mengatakan pemeriksaan terhadap ketiga anggotanya itu untuk mengungkap sejauh mana keterlibatan mereka dalam kasus Dimas Kanjeng yang tengah heboh di masyarakat saat ini.

Panglima Kodam (Pangdam) IV Diponegoro Mayor Jenderal TNI Jaswandi menyalami para anggota Yonif 408/Suhbrastha di Pelabuhan Tanjung Emas, Sabtu (19/3). Foto: metrosemarang.com/dok
Panglima Kodam (Pangdam) IV Diponegoro Mayor Jenderal TNI Jaswandi menyalami para anggota Yonif 408/Suhbrastha di Pelabuhan Tanjung Emas, Sabtu (19/3). Foto: metrosemarang.com/dok

“Benar ada yang jadi pengikut Taat
Pribadi. Ketiganya sudah kami panggil dan menjalani pemeriksaan,” tegas Jaswandi saat dikonfirmasi, Rabu (5/10).

Ia yang memberi pernyataan usai menghadiri hari jadi TNI ke-71 di Makodam menyebut tiga personelnya itu selama ini bertugas di kesatuan Yogyakarta, Rembang, dan Salatiga. Tapi ia enggan membeberkan lebih jauh identitas ketiga personelnya tersebut.

Dari hasil penyelidikan sementara, tiga tentara Kodam IV Diponegoro jadi pengikut Dimas Kanjeng sejak beberapa tahun terakhir. Mereka bahkan pernah datang langsung belajar ilmu agama di padepokan Dimas Kanjeng yang terletak di Probolinggo.

“Namun, dua tahun terakhir sudah enggak pernah ikut dalam pertemuan yang digelar Dimas Kanjeng,” katanya lagi.

Ihwal mahar yang disetorkan personelnya kepada Dimas Kanjeng, ia pun membenarkannya. Tapi lagi-lagi hal itu terjadi dua tahun lalu.

“Mereka juga mengaku menyetorkan sejumlah uang untuk sumbangan mencapai jutaan rupiah,” papar Jaswandi.

Dengan kata lain, lanjutnya ketiganya bisa juga disebut sebagai korban penipuan yang dilakukan Dimas Kanjeng. Akibat mencuatnya kasus ini, ia mengimbau kepada personelnya agar mewaspadai modus operandi serupa. (far)