Home > METRO BERITA > Dirut Koperasi Titian Rizki Utama Divonis 2,5 Tahun

Dirut Koperasi Titian Rizki Utama Divonis 2,5 Tahun

Sri Rejeki Foto Metro
Sri Rejeki usai mendengarkan vonis di Pengadilan Negeri Semarang. Foto Metro 

 

SEMARANG — Sidang perkara kasus dugaan penipuan investasi Koperasi Titian Rizki Utama (TRU) sampai tahap akhir. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Semarang yang diketuai I Gede Komang Adinatha, menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama dua tahun enam bulan atau 30 bulan, Rabu (6/8/2014).

Terdakwa yakni Direktur Utama Koperasi TRU, Sri Rejeki (45). Koperasi TRU terletak di Jalan Supriyadi, Pedurungan, Semarang. Total kerugian korban dalam kasus ini mencapai Rp 1,4 miliar. Hakim berpendapat, terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 372 KUHP tentang penipuan.

“Telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama dua tahun enam bulan,” kata Hakim Komang.

Atas vonis Hakim, terdakwa mengambil sikap menerima. Artinya, terdakwa tidak mengambil langkah hukum selanjutnya yakni banding. Meski begitu, kata Hakim, terdakwa mempunyai selang waktu seminggu untuk berfikir ulang tentang sikapnya. Jika berubah fikiran, terdakwa boleh mengajukan banding. “Saya terima yang mulia,” kata terdakwa Sri Rejeki kepada Majelis Hakim usai meminta saran dari Penasehat Hukumnya.

Putusan Majelis Hakim lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Semarang, Betania. Terdakwa dituntut dengan pidana penjara selama tiga tahun 10 bulan atau 46 bulan.

Menurut informasi, korban penipuan koperasi ini berjumlah ratusan orang. Namun dalam berkas perkara hanya disebut tiga korban. Pasalnya, korban yang melapor ke polisi secara resmi baru tiga orang. Tiga korban melapor polisi pada awal Januari 2014 lalu. Sri Rejeki ditetapkan tersangka oleh kepolisian pada 9 Januari 2014. Kemudian, bulan April 2014 tersangka ditahan.

Adapun tiga korban itu, Ny Tirto (47), warga Purianjasmoro, Tawangsari, Semarang Barat, merugi Rp 440 juta; Mujiono (48), tertipu sebesar Rp 320 juta; dan Tjahtjanti (63), warga Mlatibaru, Semarang Timur, menderita kerugian Rp 290 juta. (MS-12)