Tinggal di Area Rawan Longsor, Ribuan Warga Lima Daerah bakal Dipindah

METROSEMARANG.COM – Ribuan warga yang tersebar di lima kabupaten Jawa Tengah bakal direlokasi oleh pemerintah provinsi setempat, lantaran selama ini masih menempati area perkampungan yang rawan terkena bencana tanah longsor.

Simulasi penanggulangan bencana di Gubernuran, Rabu (26/4). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Relokasi tergantung rekomendasi pihak PVMBG (Pusat Volkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) Bandung. Sebab di sana kontur tanahnya sangat labil. Ada lebih dari seribu orang yang akan dipindahkan ke tempat yang lebih aman,” kata Sarwa Pramana, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng kepada metrosemarang.com, Kamis sore (27/4).

Ia mengungkapkan kelima daerah yang dimaksud diatas antara lain Cilacap, Kabupaten Banjarnegara, Karanganyar, Pekalongan dan Pemalang.

Menurutnya proses pemindahan warga rencananya dilakukan dalam waktu dekat setelah rekomendasi PVMBG diterbitkan. Yang jelas, kata Sarwa, daerah relokasi berada di kawasan dengan kondisi tanah yang stabil dan tidak ada retakan.

“Jangan sampai kejadian di Desa Cijeruk Banjarnegara terulang lagi. Waktu itu, ketika direlokasi, tanahnya malah ambrol. Hal-hal inilah yang patut jadi perhatian kita,” beber Sarwa.

Diakuinya pula, tanah longsor memang jadi ancaman serius bagi warga yang tinggal di bawah tebing. Bahkan, sejak 10 tahun terakhir, ia masih menemukan laporan adanya kejadian longsor di sejumlah daerah.

“Paling parah itu Banjarnegara. Berulang kali di sana tertimbun material tanah. Malahan ada 20 kecamatan yang rawan longsor,” cetusnya.

Bencana alam lainnya yang patut diwaspadai ialah banjir. Karena itulah, Sarwa mengimbau kepada masyarakat agar bergotong-royong dengan perangkat pemerintahan setempat untuk melakukan penghijauan (reboisasi) demi mengembalikan lahan-lahan kritis.

Sembari mereboisasi, ia menyatakan, Pemprov Jateng tahun ini tetap menggelontorkan dana untuk menggalakan program desa tangguh bencana.

Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang disusun Gubernur Ganjar Pranowo, di tahun ini telah disiapkan dana Rp 1 miliar untuk mendirikan delapan titik desa tanggap bencana.

“Tidak ada target kapan selesainya, karena semua daerah harus punya desa tanggap bencana. Kami berharap, tiap SKPD masuk ke sana sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang deteksi dini bencana alam. Biar bisa zero accident,” ungkapnya. (far)

You might also like

Comments are closed.