Home > METRO BERITA > Tingkat Kebocoran Air PDAM Masih 39 Persen

Tingkat Kebocoran Air PDAM Masih 39 Persen

METROSEMARANG.COM – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berharap sebagai ujung tombak pelayanan publik, PDAM terus melakukan inovasi pelayanan kepada pelanggan. Selain itu juga melakukan pembenahan kebocoran dan mencari sumber air baku baru.

Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Etty Laksmiwati
Foto: metrosemarang.com/dok

”Ada keluhan dari pengembang terkait layanan air PDAM serta penambahan pipa jaringan. Saya kira, pengembang dapat bersama-sama dengan PDAM untuk membangun jaringan masuk ke perumahan yang mereka bangun,” katanya yang akrab disapa Hendi, Selasa (20/12).

Ditambahkan, sumber dan ketersediaan air baku juga harus dipikirkan karena seiring dengan penambahan jumlah pelanggan. Jika sampai saat ini layanan air PDAM masih belum lancar, maka harus dicari sumber air baru.

”Jangan sampai bahan bakunya belum optimal namun penambahan pelanggan terus digenjot, karena justru akan semakin menambah beban karena semakin banyak. Jadi ya harus seimbang, pelanggan bertambah, bahan baku juga tersedia,” katanya.

Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Etty Laksmiwati mengatakan, pihaknya telah meningkatkan pelayanan secara kualitas dan kuantitas. Termasuk optimalisasi pergantian meter air agar meter terbaca dengan akurat.

Selain itu terus melakukan upaya menurunkan tingkat kehilangan air atau kebocoran. Dalam 3 tahun terakhir pihaknya telah bisa menurunkan tingkat kehilangan air 10 persen. Yaitu dari sebelumnya 50 persen di tahun 2013 saat ini menjadi 39 persen.

”Dari 10 persen air yang bisa diselamatkan itu kita gunakan untuk menambah jaringan atau menambah pasokan air ke pelanggan. Baik pelanggan lama maupun baru karena sekarang ini masih ada alirannya yang digilir,” kata Etty.

Ditegaskan, untuk tingkat kehilangan air saat ini masih 39 persen dari total kapasitas produksi 2.800 liter/detik. Upaya meminimalkan tingkat kebocoran ini juga terus dilakukan dengan revitalisasi pipa-pipa jaringan yang sudah aus atau bocor. (duh)