Home > METRO BERITA > METRO KAMPUS > Tingkatkan Gairah Riset di Indonesia, Ini yang Dilakukan Kemenristekdikti

Tingkatkan Gairah Riset di Indonesia, Ini yang Dilakukan Kemenristekdikti

METROSEMARANG.COM – Hasil riset di Indonesia belum memiliki dokumen berupa aturan resmi yang mengaturnya. Hal ini berimbas pada posisi Indonesia yang masih jauh tertinggal dari negara tetangga seperti Malaysia.

M. Dimyati, saat menjadi Keynote speakers dalam Isemantic di kampus Udinus, Jumat (5/8). Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri
M. Dimyati, saat menjadi Keynote speakers dalam Isemantic di kampus Udinus, Jumat (5/8). Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri

Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek dan Dikti, Muhammad Dimyati, menjelaskan, pemerintah terus mendorong terciptanya iklim riset yang kondusif. Menurutnya hasil-hasil riset dari peneliti di perguruan tinggi akan dipetakan, bersama dengan hasil penelitian lembaga pemerintah atau non pemerintah.

“Posisi Indonesia turun, dana riset yang tersedia saja belum cukup menggembirakan,” papar Dimyati saat menjadi keynote speakers dalam acara Isemantic (Internasional Seminar on Application for Technology of Information and Communication) di Gedung E, Kampus Udinus Semarang, Jumat (5/8).

Dia menambahkan, pemetaan keunggulan riset perguruan tinggi, yang datanya diambil dari Sistem Informasi dan Manajemen Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Simlitabmas) akan menunjang rencana induk riset nasional (RIRN). Nantinya akan dikelompokkan 23 tema riset berdasarkan delapan parameter. Parameter-parameter itu mengacu pada rencana induk penelitian (RIP).

“Ada delapan parameter yaitu publikasi terindeks Scopus, publikasi internasional, akreditasi jurnal, buku ajar/teks, hak kekayaan intelektual, teknologi tepat guna, dan prototipe,” imbuhnya.

Pihaknya menargetkan 12.000 riset, sementara target jangka panjang adalah pada tahun 2040 Indonesia mampu menyamai Korea Selatan dalam bidang Iptek. Ia juga menambahkan bahwa disediakan dana riset dari Rp 50 hingga 100 juta bagi para peneliti. (vit)