Home > METRO BERITA > Tingkatkan Semangat Belajar Siswa, Tiga SD di Semarang Tengah Adakan Moving School

Tingkatkan Semangat Belajar Siswa, Tiga SD di Semarang Tengah Adakan Moving School

METROSEMARANG.COM – Tiga sekolah dasar (SD) di Semarang Tengah, gelar kegiatan moving School di SD Kranggan yang berlokasi di jalan Wahid Hasyim No. 101, Kamis (2/2). Ketiga sekolah tersebut yaitu SD Kranggan, SD NU Pungkuran dan SD Al Iman.

Moving School sendiri merupakan cara pembelajaran bersama oleh SD di Kecamatan Semarang Tengah, dalam rangka persiapan menghadapi Ujian Sekolah (US). Puji Lestari, ketua kegiatan Moving School mengungkapkan alasan adanya kegiatan tersebut untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.

Beberapa siswa tengah mengikuti kegiatan moving school, di SD Kranggan Semarang Tengah. Foto: metrosemarang.com/istimewa

“Pada awalnya, karena siswa kelas 6 dari ketiga SD tersebut jumlahnya sedikit, siswa menjadi kurang termotivasi untuk belajar. Siswa kelas 6 dari SD Kranggan saja hanya 13 anak,” bebernya yang juga guru matematika SD Al Iman.

Kemudian kata dia, pihak Pengawas Sekolah Semarang Tengah memberikan sebuah ide dimana ide tersebut adalah sebuah kegiatan belajar bersama sepulang sekolah. Kegiatan belajar bersama inilah yang kemudian menjadi moving school.

Proses moving school mirip dengan konsep Moving Class, namun dalam hal ini yang bergerak adalah sekolahnya. Jadi siswa kelas 6 dari ketiga SD tersebut bergabung dan belajar di satu sekolah pada jam usai pelajaran, yakni pukul 13.00-15.00. Setiap pekan diadakan dua kali setiap Senin dan Kamis.

“Ada tiga mata pelajaran yang diajarkan yakni Matematika, IPA dan Bahasa Indonesia. Kita masukkan konsep tutor sebaya juga dalam kegiatan belajar tersebut,” imbuhnya.

Tutor sebaya adalah sebuah proses pembelajaran dimana siswa yang pintar dipilih untuk mengajari siswa lainnya. Sejauh ini jumlah siswa yang mengikuti Moving School sebanyak 33 siswa yang dibagi menjadi delapan kelompok. “Setidaknya ada delapan tutor sebaya yang ditunjuk dan tiap tutor bertanggungjawab untuk mengajari grupnya,” urainya.

Ia berharap, dengan metode belajar ini, para siswa menjadi lebih termotivasi untuk belajar dan meraih hasil bagus. Setiap pelajaran diatur dengan nilai batas tuntasnya 90. Hal tersebut malah membuat siswa senang.

Sukma Nirmala Sari, siswa kelas 6 SD NU Pungkuran menututurkan, senang mengikuti kegiatan belajar tersebut. Menurutnya dengan moving school ia dapat belajar bersama dan bertemu dengan teman-teman baru. “Senang bisa belajar bersama, bisa tambah teman-teman baru dari SD lain,” ungkapnya. (vit)