Tinjau Proyek Pasar Simongan, Komisi B: Desainnya Tidak Cocok

METROSEMARANG.COM – Komisi B DPRD Kota Semarang meninjau proyek pembangunan Pasar Simongan yang hingga saat ini belum selesai, Senin (8/1). Kondisi itu menyebabkan pedagang semakin lama di area penampungan yang terletak tidak jauh dari pasar tersebut.

Rombongan Komisi B DPRD Kota Semarang meninjau proyek pembangunan Pasar Simongan, Senin (8/1). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

”Ini sangat disayangkan karena anggaran pembangunan pasar ini sekitar Rp6 miliar berasal dari pusat. Jadi sayang dananya tidak terserap semua dan harus dikembalikan sisanya,” kata Ketua Komisi B Kota Semarang Agus Riyanto Slamet bersama rombongan, Senin (8/1). 

Proyek pembangunan pasar yang dimulai 18 Oktober 2017 itu seharusnya selesai pada 27 Desember 2017. Saat diputus kontrak karena tidak selesai sampai batas tanggal itu progresnya hanya di angka sekitar 57%. 

Menurutnya desain pasar tersebut juga kurang cocok karena di dalam pasar udaranya cukup panas. ”Di dalam pasar sendiri juga terkesan sempit dan udaranya terasa panas. Saya rasakan itu ketika mengecek sendiri di lokasi bersama rekoan-rekan komisi B,’’ ujarnya.

Pelaksana pekerjaan PT Dinamika Persada Sehati, Widayat menerangkan pihaknya menargetkan pembangunan pasar tersebut bisa selesai 20 Januari 2018. Adapun saat ini terdapat 150 tenaga yang bekerja dengan sistem lembur.

Dia menerangkan, kendala keterlambatan terjadi karena telatnya produksi baja. Pihaknya menerangkan saat ini progres pekerjaan sudah mencapai 80% lebih.

”Bangunan meliputi 20 kios, area dasaran dan tempat berjualan bagi pedagang pancakan. Selain itu dilengkapi dengan fasilitas toilet dan drainase, kami yakin pada 20 Januari ini pekerjaan bisa selesai dan bisa digunakan bagi pedagang,” tandasnya

Kabid Pengembangan Sarpras Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Semarang, Nurkholis menuturkan, pelaksana pekerjaan memang meminta perpanjangan waktu sampai 20 Januari 2018. Semangatnya untuk menyelesaikan pasar sampai bisa difungsikan para pedagang.

‘’Kendala tidak selesainya pekerjaan sampai batas 27 Desember 2017 karena gagal lelang sebanyak 2 kali, sehingga pada lelang ke 3 waktu pekerjaan tinggal 70 hari,’’ cetusnya.

Diakui, dana pembangunan selama perpanjangan waktu pekerjaan ini akan dialokasikan dari APBD Perubahan 2018. Sehingga kontraktor sementara nomboki dulu. Sedangkan dana dari pusat yang tersisa karena pekerjaan tidak selesai tepat waktu dikembalikan ke negara. (duh)