Home > METRO BERITA > TNI Pamer Puluhan Senjata Militer di Semarang

TNI Pamer Puluhan Senjata Militer di Semarang

Personel Yon Armed 3/105 TRK Naga Pakca Magelang memperlihatkan senapan serbu SO Minimi, di Jateng Fair PRPP, Sabtu (22/8). Senapan buatan Belgia, yang diproduksi tahun 1972 itu berbobot 6,84 kilogram ini masih berfungsi bila diisi 1.500 peluru kaliber 5,5 Mm. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Personel Yon Armed 3/105 TRK Naga Pakca Magelang memperlihatkan senapan serbu SO Minimi, di Jateng Fair PRPP, Sabtu (22/8). Senapan buatan Belgia, yang diproduksi tahun 1972 itu berbobot 6,84 kilogram ini masih berfungsi bila diisi 1.500 peluru kaliber 5,5 Mm. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

SEMARANG – Prajurit TNI dari berbagai satuan unjuk kekuatan dengan mempertontonkan semua jenis Alutsista selama 16 hari di Semarang. Mereka mengikuti ajang pameran Jateng Fair di kompleks Pekan Raya Promosi dan Pembangunan (PRPP) Semarang mulai 20 Agustus-6 September 2015.

Ada empat ruang pamer yang dipakai personel TNI Kodam IV Diponegoro di ajang Jateng Fair ke-15 tersebut. Personel Yon Armed 3/105 TRK Naga Pakca dari Magelang misalnya, mereka menunjukan sedikitnya 11 Alutsista berbagai jenis.

Prajurit TNI dari Yon Armed 3/105 TRK Naga Pakca, Serda Nicho Alif Ardatama, mengungkapkan, beragam peralatan militer yang dibawa jauh-jauh dari Magelang itu terdiri dari dua unit mobil Unimok, dua pucuk meriam 105 tarik, senapan serbu SO Minimi, senapan serbu SS 2 F5, senapan SMG GPMG, teropong Kolimator, teropong gunting, Imingsircle, teropong lapangan BLCR, Leicavektor hingga alat pengkode penembakan (Pibak).

“Alat Pibak ini biasanya dipakai buat memberikan kode kepada komandan regu sebelum menyerbu musuh. Alat ini ditembakan dari balik bukit dan bisa menjangkau barikade pertahanan musuh,” katanya, kepada metrosemarang.com, Sabtu (22/8), sambil menunjukan alat Pibak yang ia pakai untuk latihan setiap hari.

Menurutnya, Pibak merupakan salah satu senjatanya yang masih dipakai meski usianya sudah tua karena terakhir kali diproduksi tahun 1960 silam. “Sampai sekarang masih berfungsi. Setiap tahun dipakai latihan kemiliteran di Bukit Ambal Kebumen,” terangnya.

Peralatan militer dari Magelang ini, kata dia, diangkut menggunakan beberapa truk guna dipertontonkan bagi pengunjung Jateng Fair di PRPP. Ada enam personel Yon Armed 3/105 TRK Naga Pakca yang kini ditempatkan di ruang pamer Jateng Fair untuk menjelaskan beragam fungsi senjata mereka.

Alutsita tua yang kini masih dipakai latihan personel TNI, umumnya selalu dicek kekuatannya setiap hari. “Kita punya keunggulan sebagai pasukan penghancur musuh di medan perang dan setiap personel selalu membawa Pibak dan senapan serbu sebagai komando penembakan di area musuh,” kata prajurit angkatan tahun 2014 ini. (far)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link