Home > METRO BERITA > Tokoh Katolik Mengutuk Serangan Bom Molotov di Samarinda

Tokoh Katolik Mengutuk Serangan Bom Molotov di Samarinda

METROSEMARANG.COM – Keuskupan Agung Semarang (KAS) mengutuk keras aksi pelemparan bom molotov di Gereja Oikumene, Kelurahan Sengkotek, Kota Samarinda Kaltim, Minggu (13/11) pagi. Peristiwa yang menewaskan Intan Olivia, bocah perempuan berusia 2 tahun yang sedang bermain di pelataran gereja tersebut dinilai sebagai tindakan keji dan tidak beradab.

Romo Aloys Budi Purnomo Pr. Foto: metrosemarang.com/dok
Romo Aloys Budi Purnomo Pr. Foto: metrosemarang.com/dok

Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang, Aloys Budi Purnomo turut berdukacita atas meninggalnya Intan yang terkena serpihan bom molotov tersebut.

“Saya turut berdoa dan berduka
bagi Intan Olivia, anak kecil yang jadi korban dan meninggal dunia akibat pemboman di Gereja Oikumene Samarinda,” ungkap pria yang akrab disapa Romo Budi tersebut kepada metrosemarang.com, Selasa (15/11) pagi.

Ia yang saat ini tengah menggelar pertemuan dengan umat lintas agama di Rumah Retret Sangkalputung Klaten itu mengaku terhenyak, tatkala mengetahui peristiwa pelemparan bom molotov di Gereja Oikumene.

Baginya, pelemparan bom tersebut lagi-lagi mencederai nuansa keberagaman yang selama ini telah terjalin apik di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

“Bagiku kamu (Intan Olivia) adalah martir bagi keberagaman negeri ini. Kamu tak hanya menjadi korban, tetapi juga kurban sebab darah kamu tercurah bersama darah-Nya,” kata Romo Budi lagi.

“Beristirahatlah dalam damai dan sejahtera bersama Sang Penebus Yesus Kristus. Sungguh, kita tak merasa dinista
oleh sikap bejat bengis dan sadis itu. Dan aku yakin, kamu doakan ia yang telah menyebabkan jiwa kamu direnggut di saat kamu di gereja bersama keluarga kamu,” imbuhnya.

Ia menyatakan upaya teror yang terus-menerus dilakukan oleh oknum tak bertanggungjawab saat ini telah mengejutkan banyak pihak, terutama kalangan umat Nasrani yang beribadah di gereja.

Tindakan itu sangat biadab, katanya, karena selalu dikuasai rasa dendam dan benci sehingga tega menghabisi sesama manusia. “Biarlah Tuhan Yesus Kristus yang menjamah hatinya dengan kerahiman-Nya, bahkan di dalam kebebalan dan kebiadabannya,” tegasnya. (far)