Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Tolak Pabrik Semen, Puluhan Aktivis Pasang Tenda di Kantor Ganjar

Tolak Pabrik Semen, Puluhan Aktivis Pasang Tenda di Kantor Ganjar

METROSEMARANG.COM – Aksi penolakan pabrik semen Kendeng terus berlanjut. Kali ini, puluhan aktivis lingkungan bergerak membangun tenda di depan kantor Gubernur Ganjar Pranowo, di Jalan Pahlawan selama tiga hari ke depan.

Aktivis lingkungan itu berasal dari berbagai lembaga kemanusiaan YLBHI-LBH Semarang, LRC-KJHAM, PERMAHI-Semarang, LBH APIK, Komunitas Payung, hingga Rumah Perjuangan Unnes serta Rumah Buku Simpul. Mereka membangun tenda perjuangan mulai hari ini, Selasa (2/8) pukul 10.00 WIB hingga Kamis (4/8) nanti.

Aksi penolakan pembangunan pabrik semen di Pegunungan Kendeng. Aktivis membentangkan poster kecaman terhadap Gubernur Ganjar Pranowo, Selasa (2/8). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Aksi penolakan pembangunan pabrik semen di Pegunungan Kendeng. Aktivis membentangkan poster kecaman terhadap Gubernur Ganjar Pranowo, Selasa (2/8). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Ummy Hanik, koordinator aksi mengatakan pembuatan tenda Kendeng di depan kantor Ganjar sebagai bentuk solidaritas atas aksi serupa yang dilakukan sembilan ibu Kendeng di Istana Negara. “Kita ingin menggugah hati pejabat Pemprov Jateng khususnya Pak Gubernur agar mencabut izin Amdal milik pabrik Indocement di Pati,” ungkap Ummy saat beraksi bersama teman-temannya.

Ia menyebut tenda perjuangan gerakan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng telah dirikan di depan Istana Negara sejak Selasa (26/7), sampai hari ini. Ia bilang tenda perjuangan para ‘Kartini Kendeng’ di Jakarta akan tetap berdiri hingga Presiden Joko Widodo bersedia mereka.

“Kami ingin Pegunungan Kendeng tetap lestari, tanpa tercabik-cabik oleh tangan-tangan asing yang ingin membangun pabrik semen di sana,” kata Hanik.

Sementara, selain kesadaran untuk menjaga Pegunungan Kendeng tetap lestari, aksi ini juga didasari pada janji Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki untuk mempertemukan ibu-ibu Kendeng dengan Presiden Jokowi saat penyemenan kaki beberapa waktu lalu.

Pembangunan pabrik Indocement yang akan mengeksploitasi Pegunungan Kendeng merupakan bentuk keserakahan pemodal yang dilakukan dengan menghalalkan segala cara. Mulai dari intimidasi, merancang AMDAL bodong, menyajikan kesaksian palsu di persidangan, hingga pengangkangan terhadap aturan hukum serta pelanggaran HAM.

“Itu berdampak buruk terhadap lingkungan dan kerukunan antar warga di areal tambang. Ini artinya, kemakmuran hijau (green prosperity) yang telah dibangun selama ini oleh masyarakat Pegunungan Kendeng dengan mengandalkan sektor pertanian serta kerukunan antar warga yang menjadi corak utamanya, menjadi rusak dengan masuknya industri semen yang abai terhadap keberlanjutan pembangunan pabrik semen,” tegasnya lagi.

Pantauan di lokasi aksi, pendirian tenda perjuangan lagi-lagi menyedot perhatian penggendara motor yang lewat di ruas Jalan Pahlawan. Meski begitu, arus lalu lintas tampak ramai lancar. (far)