Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Topas dan PSIS Pisah Jalan

Topas dan PSIS Pisah Jalan

METROSEMARANG.COM – PSIS dan Topas Pamungkas harus mengakhiri kerjasama lebih dini. Bek sayap asal Godean Sleman itu memilih mengundurkan diri demi mendapat menit bermain yang memadai.

Topas Pamungkas (kanan) memilih berpisah dengan PSIS. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono
Topas Pamungkas (kanan) memilih berpisah dengan PSIS. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono

Manajer Tim Wahyu ‘Liluk’ Winarto membenarkan jika mantan penggawa tim futsal PLN Elektrik Jakarta itu sudah tidak menjadi bagian skuat Mahesa Jenar. Topas juga sudah tidak nongol dalam sesi latihan di Stadion Jatidiri, Selasa (26/7) siang.

Namun, dia memastikan bahwa ketiadaan Topas tidak akan mengganggu keseimbangan tim yang tengah mempersiapkan diri menghadapi PSIM Yogyakarta dalam lanjutan Indonesia Soccer Championship (ISC) B, akhir pekan ini. “Topas sebelumnya juga sempat meminta mengundurkan diri, dan sekarang dia sudah tidak menjadi bagian dari tim PSIS,” kata dia.

Topas sendiri merupakan rekrutan terakhir PSIS musim ini. Dia baru didaftarkan jelang matchday 2 melawan Persibat Batang, setelah gagal membawa PLN Elektrik lolos final four Pro Futsal League 2016.

Dengan reputasi yang dimiliki, mantan kapten PSIM itu sebenarnya diproyeksikan bisa mengisi satu slot di posisi bek sayap. Maklum, pos inilah yang paling rawan setelah Mahesa Jenar kehilangan Taufik Hidayat dan Welly Siagian.

Namun, Topas gagal memenuhi ekspektasi manajemen. Pemain 28 tahun ini tak kunjung menunjukkan form terbaiknya. Dia hanya mencatatkan 1 caps bersama PSIS dengan durasi 35 menit di laga melawan Persibat.

Setelahnya, Topas lebih sering menjadi penghangat bangku cadangan atau bahkan sama sekali tidak masuk line up. Eks penggawa PSS Sleman itu kalah bersaing dengan Safrudin Tahar, Fajar Bagus dan Andreantono Ariza.

Masalah kebugaran menjadi kendala sang pemain. Meski memiliki akurasi crossing mumpuni, Topas tak mampu mengimbangi kecepatan Safrudin Tahar yang biasa beroperasi di sisi kanan pertahanan.

Meski kehilangan satu pemain, Liluk menegaskan belum akan buru-buru bergerak di bursa transfer. “Memang masih ada kesempatan menambah pemain sampai 7 Agustus, tapi saat ini kami akan maksimalkan pemain-pemain yang tersedia. Untuk cari pemain lagi waktunya terlalu mepet dan sangat berisiko,” ujarnya.

Selepas keluar dari PSIS, Topas disebut-sebut akan kembali ke klub lamanya, PSIM. Namun, tak menutup kemungkinan dia bakal kembali berkarir di arena futsal yang pernah meroketkan namanya. Sebelum membela PLN Electrik, Topas juga sempat berkostum Pinky Boys Makassar dan pernah menjadi bagian Timnas Futsal Indonesia. (twy)